Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polri Dinilai Jadi Pilar Pemerintahan Prabowo-Gibran Tangani Karhutla
- Saddil Ramdani Dipinjamkan Persib ke Persebaya
- Pramono Ingin Turunkan Hujan Di Jakarta Untuk Hilangkan Abu Vulkanik
- Ahli ITB Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Kualitas Air Dan Tanah
- El Nino Dan Erupsi Gunung, Prabowo Salurkan Bantuan Beras Hingga Akhir Tahun
Gaji PM Singapura Lawrence Wong Naik Jadi Rp50 Miliar Setahun
Selasa, 8 September 2026 22:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong akan segera mendapatkan penyesuaian paket remunerasi dengan nilai yang cukup besar.
Wong yang saat ini menerima paket remunerasi sekitar 2,2 juta dolar Singapura per tahun atau setara Rp30,57 miliar, akan mendapatkan paket baru senilai 3,6 juta dolar Singapura atau sekitar Rp50 miliar per tahun.
Paket remunerasi baru tersebut ditetapkan sebesar dua kali benchmark menteri pada level MR4, setelah pemerintah menerima rekomendasi komite yang dibentuk pada Desember 2025 untuk meninjau sistem remunerasi pejabat politik.
Dalam kerangka baru tersebut, para menteri dan pejabat politik lainnya akan mendapatkan penyesuaian satu kali hingga 9 persen.
Baca juga : 60 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Singapura Siapkan Kemitraan Lebih Nendang
Namun, kenaikan hingga 9 persen tidak otomatis berlaku bagi seluruh pejabat karena penyesuaiannya akan mempertimbangkan kondisi masing-masing, termasuk kinerja dan waktu terakhir gaji mereka disesuaikan.
Wong Menyumbang Seluruh Kenaikan Gaji
Wong memutuskan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji yang diterimanya dalam penyesuaian remunerasi terbaru, hingga lima tahun ke depan, dengan asumsi dia tetap menjabat sebagai perdana menteri.
“Pemerintah akan tetap membayar saya sesuai gaji yang ditetapkan dalam kerangka remunerasi, karena memang demikian sistem yang berlaku. Setelah itu, saya akan menyumbangkan kenaikan tersebut untuk berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang layak,” papar Wong dalam pidatonya di hadapan Parlemen Singapura, menyampaikan respons resmi pemerintah terhadap rekomendasi Komite Peninjauan Gaji Pejabat Politik dan Anggota Parlemen 2026, Selasa (8/9/2026).
“Ini merupakan keputusan pribadi saya. Saya tidak mengharapkan pejabat lainnya melakukan hal yang sama,” imbuhnya.
Baca juga : Singapura Waspada Kabut Asap, RI Gerak Terpadu Tangani Karhutla
Blak-blakan, Wong mengatakan sebetulnya dia tidak menyukai kebiasaan mempertontonkan kegiatan amal kepada publik. Namun, sebagai perdana menteri, Wong merasa memikul tanggung jawab akhir atas kebijakan tersebut, meski kerangka penggajian ini merupakan keputusan Kabinet.
“Saya ingin menjelaskan secara terbuka bagaimana saya akan menangani kenaikan tersebut secara pribadi, sekaligus alasan saya mendorong perubahan ini, karena saya meyakini kebijakan tersebut merupakan kepentingan Singapura,” tuturnya.
Wong menyatakan akan meninjau kembali keputusan tersebut dalam lima tahun mendatang, dengan mempertimbangkan situasi terbaru.
“Saya sepenuhnya berharap akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, sebagaimana yang selama ini saya lakukan. Namun, saya tidak ingin membuat komitmen publik yang berlaku tanpa batas waktu, atau menciptakan ekspektasi bahwa perdana menteri berikutnya merasa harus melakukan hal yang sama,” bebernya.
Alasan Penyesuaian Remunerasi
Baca juga : Karhutla Ganggu Negara Tetangga
Wong menyebut kedua kubu di parlemen sepakat mengenai prinsip dasar bahwa gaji pejabat politik harus transparan, tanpa tunjangan dan fasilitas tersembunyi.
Menurutnya, gaji tersebut harus cukup kompetitif untuk merekrut orang-orang dengan kualitas yang dibutuhkan, sekaligus tetap lebih rendah secara signifikan dibandingkan penghasilan yang dapat diperoleh di sektor swasta, untuk mencerminkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya