Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
22 Tahun Menanti, Buku Ilmuwan Indonesia Akhirnya Terbit di Brill Belanda
Selasa, 13 Oktober 2026 08:38 WIB
Sebelumnya
Namun, pengiriman naskah tidak serta-merta membuat buku tersebut segera terbit. Proses penelaahan sejawat atau peer review, revisi substansial, serta berbagai tahapan editorial dan produksi penerbitan membutuhkan waktu sekitar empat tahun hingga buku itu resmi terbit pada 2026.
“Dalam perjalanan ini, ada saat-saat ketika kemajuan terasa sangat lambat. Saya bahkan pernah bertanya-tanya apakah buku ini akan benar-benar terbit. Namun, saya belajar bahwa pekerjaan akademik terkadang membutuhkan waktu jauh lebih panjang daripada yang kita perkirakan,” ujar Dr. Riza.
Meski demikian, penantian panjang itu tidak membuat aktivitas akademiknya berhenti. Sepanjang 2016–2026, dia tetap menghasilkan karya ilmiah dalam berbagai bentuk. Dalam periode tersebut, Dr. Riza menerbitkan lima buku berbahasa Indonesia, berkontribusi dalam lima buku suntingan bersama berbahasa Inggris dan Perancis, serta menulis sekitar 20 artikel jurnal dan bab buku.
Baca juga : Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Belum Terkalahkan
Sejumlah penerbit internasional yang terlibat dalam penerbitan buku-buku suntingan tersebut antara lain Brill, Rutgers University Press, De Gruyter, Bloomsbury, dan Routledge. Salah satu kontribusi bukunya masih menunggu penerbitan.
Menurut alumni Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) –kini Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini, perjalanan tersebut memperlihatkan, bahwa proses menghasilkan karya ilmiah tidak selalu berlangsung secara linear. Sebuah penelitian yang dimulai lebih awal justru dapat membutuhkan waktu paling panjang untuk mencapai tahap penerbitan.
“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kerja ilmiah tidak hanya membutuhkan komitmen intelektual, tetapi juga kesabaran, daya tahan, dan kemauan memulai kembali, bahkan setelah bertahun-tahun terhenti,” katanya.
Baca juga : Belanda Vs Serbia, Oranje Pede Pesta Gol
Di balik perjalanan panjang tersebut, Dr. Riza menegaskan, bahwa pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan keluarga, sahabat, mentor, dan kolega. Dia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada istri dan anak-anaknya yang terus memberikan kasih sayang, pengertian, dan dukungan.
Dr. Riza juga menyampaikan penghargaan kepada orang-orang yang tetap mendampinginya, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan akademik dan profesional. “Yang paling utama, saya menyadari, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa rahmat, kasih sayang, berkah, dan karunia Allah Subḥānahu wa Taʿālā. Saya sangat bersyukur atas dukungan istri, anak-anak, sahabat, mentor, dan kolega yang telah menemani perjalanan ini,” tuturnya.
Bagi Dr. Riza, terbitnya buku tersebut bukan semata-mata penanda selesainya sebuah proyek akademik, melainkan juga pengingat tentang arti ketekunan dalam menjalani proses panjang yang penuh tantangan. Dia berharap, pengalamannya dapat menjadi penyemangat bagi para akademisi muda yang tengah berjuang menyelesaikan disertasi, menyempurnakan manuskrip, atau menunggu penerbitan karya ilmiah.
Baca juga : Jerman Menang Perdana Bersama Klopp, Belanda Imbang Lawan Yunani
“Jangan berkecil hati jika perjalanan akademik Anda terasa lambat. Setiap orang memiliki waktunya sendiri. Terkadang, karya yang paling bermakna justru membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada yang pernah kita bayangkan,” kata Dr. Riza.
Setelah lebih dari dua dekade sejak gagasan awal penelitian itu muncul, dia kini dapat menutup satu bab panjang perjalanan akademiknya dengan rasa syukur. “Alhamdulillah, untuk semuanya,” pungkas Dr. Riza.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya