Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wisatawan RI Kepincut Wisata Halal & Salju Di Kazakhstan
Sabtu, 31 Oktober 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kazakhstan makin dilirik wisatawan Indonesia. Negara di Asia Tengah yang terkenal dengan lanskap bersalju, pegunungan megah dan jejak sejarah peradaban Islam itu, mulai menunjukkan daya tariknya bagi pelancong dari Tanah Air.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 6.000 wisatawan Indonesia tercatat mengunjungi Kazakhstan sepanjang semester pertama 2026. Angka ini mendekati total kunjungan selama setahun penuh pada 2025 yang mencapai 6.400 orang.
Data tersebut disampaikan Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov dalam pertemuan ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia yang digelar Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
“Wisatawan Indonesia umumnya mencari pengalaman wisata musim dingin dan mengunjungi situs sejarah Islam di Kazakhstan,” ungkapnya.
Kazakhstan tak hanya mengandalkan panorama alam dan udara dingin untuk menarik wisatawan Indonesia. Negara itu juga menawarkan wisata halal yang menyasar masyarakat Muslim. Termasuk wisata keluarga yang membutuhkan fasilitas dan lingkungan ramah Muslim.
Baca juga : Setelah Westlife, IRSX Boyong Dimash Qudaibergen ke Indonesia
Salah satu destinasi yang dipromosikan adalah wilayah Turkistan. Kawasan ini dikenal memiliki berbagai monumen kuno peninggalan peradaban Islam, khususnya situs warisan budaya yang telah diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).
Melihat perkembangan pada semester pertama 2026, Dubes Abdykarimov optimistis jumlah wisatawan Indonesia ke Kazakhstan berpeluang meningkat lebih jauh hingga akhir tahun.
Dia meyakini, jika tren positif tersebut berlanjut, pertumbuhan jumlah wisatawan Indonesia sepanjang 2026 dapat mencapai 120 persen dibandingkan 2025.
Menariknya, arus wisatawan tidak hanya bergerak dari Indonesia menuju Kazakhstan. Warga Kazakhstan juga semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia.
Dubes Abdykarimov menyebut, lebih dari 25.000 warga Kazakhstan telah mengunjungi Indonesia hingga Juli 2026. Jumlah tersebut melampaui kunjungan tahun 2025 sebanyak 24.000 orang.
Baca juga : Buka Festival ASEAN, Dubes Fadjroel Kenalkan Budaya Indonesia Di Kazakhstan
Peningkatan itu berlangsung di tengah kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberikan fasilitas bebas visa kunjungan bagi warga Kazakhstan mulai 9 Juli 2026.
Pertumbuhan arus wisatawan dari kedua arah menjadi peluang untuk mempererat kerja sama bilateral.
Dubes Abdykarimov menekankan, kerja sama kedua negara terus dimatangkan. Termasuk penyusunan lebih dari 20 paket perjanjian di bidang investasi, perdagangan, digitalisasi hingga pariwisata.
Penandatanganan tersebut rencananya akan dilakukan saat kunjungan negara Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan pada 2027.
“Kerja sama antara Kazakhstan dan Indonesia bukan sekadar dokumen di atas kertas. Melainkan proses dinamis yang menyatukan tujuan politik, potensi ekonomi dan yang terpenting, hubungan antar-masyarakat kita,” jelas Dubes Abdykarimov.
Baca juga : Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu Di Olimpiade AI Kazakhstan
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Santo Darmosumarto mengapresiasi hubungan kedua negara yang kini tengah berada pada grafik yang sangat positif.
Santo menambahkan, terobosan bebas visa dan intensitas kunjungan pejabat tinggi kedua negara menjadi modal kuat untuk memperluas kolaborasi di masa depan.
“Kita mungkin terpisah jauh secara geografis, tetapi hal ini tidak boleh menyurutkan ambisi kita. Ini harus menginspirasi kita untuk membangun jembatan yang lebih kokoh di antara kedua bangsa,” tambahnya.
Dari segi potensi ekonomi, optimisme serupa dilontarkan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga. Pihaknya mencatat, lonjakan volume perdagangan yang signifikan antara Indonesia dan Kazakhstan mencapai sekitar 386,7 juta dolar AS (sekitar Rp 6,96 triliun, kurs Rp 18.000).
“Komitmen yang disepakati memberikan fondasi kuat untuk menerjemahkan persahabatan menjadi kemitraan ekonomi yang konkret dan saling menguntungkan,” kata Irwan. [LDU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya