Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Presiden Kazakhstan Soroti Keadilan Kerja Sama Iklim di KTT Ekologi 2026
Kamis, 23 April 2026 16:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekologi Regional 2026 (Regional Ecological Summit/RES) resmi dibuka pada Rabu (22/4/2026), di ibu kota Kazakhstan, Astana. KTT itu mempertemukan para pemimpin global dan regional untuk membahas tantangan lingkungan yang mendesak.
Dalam pembukaan RES yang bertepatan di Hari Bumi, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengajak para pemimpin negara untuk berfokus pada kerja sama iklim yang adil dan praktis.
"Asia Tengah sedang bergerak menuju pendekatan yang lebih terpadu. Yang menghubungkan isu iklim, air, dan keamanan lingkungan dalam satu agenda regional," katanya dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca juga : Di Forum Antalya, Presiden Kazakhstan Soroti Konflik Global Dan Reformasi PBB
Tokayev memperingatkan bahwa ketidakpastian global dan risiko lingkungan telah memengaruhi jutaan orang. Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga multilateral dan hukum internasional.
“Kita bertemu di sini pada saat ketidakpastian yang semakin meningkat. Piagam PBB harus tetap menjadi dasar tata kelola global,” tegasnya, di hadapan perwakilan 55 negara.
Tokayev menekankan bahwa kebijakan iklim harus adil dan seimbang. Ia mengingatkan agar tidak terjadi pembagian beban yang tidak merata pada negara-negara berkembang serta menghindari politisasi kerja sama lingkungan.
Baca juga : PT AI Indonesia Dan Ade Rai Jalin Kerja Sama Revolusi Gaya Hidup Sehat
“Kerja sama tersebut harus didasarkan pada kemitraan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama. Alam tidak dapat eksis tanpa geopolitik, dan geopolitik tidak dapat eksis tanpa alam. Negara-negara kita berbagi ekosistem dan, yang terpenting, kita berbagi tanggung jawab,” lanjutnya.
Tokayev juga menyoroti berbagai ancaman lingkungan di kawasan, termasuk kelangkaan air, pencairan gletser, deforestasi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ia menekankan bahwa pertemuan tiga hari tersebut harus menghasilkan langkah-langkah yang praktis.
“Waktu untuk sekadar menunjukkan komitmen telah berakhir, saatnya untuk bertindak,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya