Dark/Light Mode
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Tausiah Politik
Sebelumnya
Munculnya konsep Teologi Pembebasan (Theology of Liberation) dari Gutieres dalam agama Kristen dengan berbagai corak dan derivasinya, adalah sebagai reaksi terhadap konsep teologi sebelumnya yang dinilai kurang menyentuh tema-tema persoalan ril masyarakat yang semakin kapitalis dan korup. Konsep teologi pembebasan dapat difahami sebagai “intervensi” wilayah garapan Gereja ke wilayah garapan Kaisar atas nama Tuhan demi kemanusiaan.
Baca juga : Memanfaatkan Logal Genus (2)
Konsep teologi ini memproklamirkan suatu konsep teologi dari “bawah” ke “atas”, yakni merefleksikan realitas sosial kemudian mengartikulasikan teks kitab suci terhadapnya; berbeda dengan sebelumnya, teologi dari “atas” ke “bawah”, yakni teks kitab suci yang mengidealkan dan mengorder sebuah realitas sosial. Sayang sekali Teologi Pembebasan ini lahir di Amerika Latin yang komunis sehingga penilaian terhadapnya sarat dengan bias politik. [Bersambung]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.