Dewan Pers

Dark/Light Mode

Islam dan Kesehatan Masyarakat (4):

Holistic Healing (2)

Senin, 6 Desember 2021 06:20 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Al-Qur’an sendiri mengklaim dirinya sebagai “penyembuh” bagi orang yang percaya.

Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS al-Isra’/17:82)

Berita Terkait : Holistic Healing (1)

Alam raya adalah sumber energi manusia ciptaan Allah SWT. Tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia:

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali ‘Imran/3:191).

Berita Terkait : Sehat Untuk Apa? (2)

Sudah pasti segala sesuatu itu mempunyai manfaat dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Alam raya ini sesungguhnya tidak lain adalah saudara kembar manusia sebagai sesama makhluk. Genetik mereka mempunyai sumber yang sama. Istilah benda mati hanya ada dalam kamus manusia. Bagi Tuhan tidak ada benda mati. Ini dipahami dari berbagai ayat dalam Al-Qur’an, antara lain:

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS al-Isra’/17:44).

Berita Terkait : Sehat Untuk Apa? (1)

Ayat ini juga mengisyaratkan kemungkinan mengakses dan merekayasa serta menyalurkan energi-energinya kepada suatu obyek yang dituju. Meskipun semuanya ditundukkan untuk manusia, tetapi manusia tidak dibenarkan menggunakannya dengan sewenang-wenang dan melampaui batas, sebagaimana ditegaskan dalam (Q.S. al-An’am/6:141):

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang rimbun dan yang tidak rimbun, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (*)