Dark/Light Mode

Berguru Kepada Impersonal Teachers (7)

Berguru Kepada Burung-Burung Nabi Ibrahim

Selasa, 6 Mei 2025 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ternyata burung-burung banyak memberikan inspirasi dan pembelajaran kepada manusia. Tuhan sering menyadarkan dan memantapkan keyakinan manusia dengan melibatkan binatang dan burung. 

Selain burung-burung yang pernah diuraikan terdahulu masih ada jenis burung yang Allah tampilkan bersama Nabi Ibrahim. Peristiwanya dijelaskan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

Baca juga : Berguru Kepada Lebah-Madu

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati. Allah berfirman: Belum yakinkah kamu? Ibrahim menjawab: Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).  Allah berfirman: (Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Al-Baqarah/ 2:260).

Kisah empat ekor burung tersebut mengingatkan kepada kita bahwa betapa mudahnya bagi Tuhan membuat sesuatu yang luar biasa dari contoh yang sederhana.

Baca juga : Berguru Kepada Burung Ababil

Dari peristiwa itu ada yang membuat hamba-Nya lebih percaya dan ada pula yang sebaliknya tetap kufur bahkan bertambah ingkar kepada-Nya. Kelompok Nabi Ibrahim bertambah yakin setelah Allah Swt menunjukkan kekuasaannya dengan menghimpun dan menghidupkan kembali burung-burung yang sudah berserakan kemana-mana. 

Sebaliknya raja Tsamud bertambah ingkar setelah ia menyaksikan kekuasaan Allah yang dipertunjukkan di hadapannya (QS Al-A’raf/ 7:73), sebagaimana ditulis di dalam artikel terdahulu. Bahkan menuduh Nabi Ibrahim sebagai tukang sihir.

Baca juga : Berguru Kepada Burung Gagak

Pelajaran berharga yang bisa kita peroleh dari kisah dan perumpamaan di dalam Al-Qur’an ini ialah apa akibat yang diperoleh dan yang harus ditanggung oleh orang-orang yang beriman dan yang ingkar. Sang pembangkang seperti Fir’aun, Tsamud, dan ‘Ad harus menanggung segala resiko yang menyedihkan di akhir hayatnya sampai kelak di hari kemudian. 

Sedangkan para Nabi dan orang-orang yang mempercayainya dikenang dan sejarahnya dicatat dengan tinta emas dan bahagia sepanjang masa sampai di akhirat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.