Dark/Light Mode

Berguru Kepada Impersonal Teachers (15)

Belajar Dari Batu

Kamis, 15 Mei 2025 06:06 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Al-Qur’an tidak dikenal ada benda mati. Ini ditegaskan pada ayat: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS Al-Isra’/17:44).

Ibnu Hajar al-’Asqalani yang bernama lengkap Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar, (773 H/1372 M - 852 H/1449 M), seorang ahli hadits dari mazhab Syafi’I, yang karya-karyanya banyak beredar di Pondok Pesanteren dan di Perguruan Tinggi Islam, di antaranya kitab Fathul Bari, Ad-Durar al-Kaminah, Tahdzib at-Tahdzib, Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Bulughul Maram, Al- Isti’dad Liyaumil Mii’aad, dan Nukhbatul Fikr. Ia lahir di Sya’ban 773H bertepatan tanggal 18 Februari 1372 M di Mesir dan wafat di kota yang sama tanggal 2 Februari 1449 M.

Baca juga : Belajar Dari Kucing Dan Anjing

Ia mendapatkan gelar (laqab) “Ibn Hajar” (anak batu), yang sejarahnya cukup unik. Ia berasal dari pedalaman Mesir kemudian datang ke kota Mesir menuntut ilmu. Bertahun-tahun belajar tetapi merasa tidak memiliki kemampuan belajar yang baik sehingga ia memutuskan pulang kampung, membantu orang tuanya menyambung hidup keluarganya.

Dalam perjalanan pulang, ia mampir beristirahat di dalam sebuah gua. Di dalam gua ia terbaring sejenak sambil memperhatikan tetesan air yang terus menerus menimpa sebuah batu cadas yang ada di bawahnya.

Baca juga : Belajar Dari Ikan

Ia terpesona bagaimana mungkin air yang begitu lembut bisa melubangi kerasnya batu cadas. Akhirnya ia sadar, kalau air yang begitu lembut bisa melubangi batu cadas yang begitu keras karena ketekunan tetesan air di atasnya. Maka dirinya pun pasti akan berubah jika ia tekun belajar seperti tekunnya tetesan air. Ia memutuskan untuk kembali ke kota Mesir melanjutkan pelajarannya. Sejak itu ia mendapat gelar “Anak Batu” (Ibn Hajar).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.