Dark/Light Mode

Demo Anarkis Malam Ini, Aparat Harus Ungkap Aktor Intelektualnya

Jumat, 29 Agustus 2025 08:57 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Jakarta malam ini berduka. Demonstrasi yang sejak sore mengguncang depan Gedung DPR menjalar ke kawasan Pejompongan dan berubah menjadi tragedi.

Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah tertabrak mobil taktis Barakuda milik Brimob. Video-video viral memperlihatkan suasana mencekam, termasuk rekaman seorang warga yang terlindas kendaraan, meski identitas dan kondisinya belum dapat dipastikan. Malam ini, gas air mata memenuhi udara, dan rakyat kecil kembali menjadi korban benturan kepentingan besar.

Kita memberi apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran pimpinan Polri yang bergerak cepat: meminta maaf secara terbuka, memerintahkan Propam turun tangan, dan menjanjikan investigasi menyeluruh. Respons ini penting untuk meredam gejolak, namun tidak boleh berhenti di situ. Permintaan maaf tanpa pengungkapan pemantik dan dalang hanya akan membuka jalan bagi tragedi berikutnya. Siapa pun yang merancang kerusuhan ini jelas orang besar, memiliki jaringan kuat, dan berani mengacaukan bangsa. Dalangnya harus dibongkar, tidak peduli siapa ia.

Sebagai mantan anggota DPR RI, saya memahami tekanan, kompleksitas, dan tanggung jawab besar lembaga ini. Namun pengalaman itulah yang membuat saya yakin DPR butuh reformasi serius agar tetap relevan dan dipercaya rakyat. Saya mendukung DPR untuk berbenah, memperbaiki citra, dan menjadi rumah aspirasi yang benar-benar mewakili suara bangsa.

Baca juga : Gubernur Pramono: Ragunan Buka Malam Hari Baru Tahap Perencanaan

Kritik publik harus dijadikan bahan koreksi, bukan dipandang sebagai ancaman. Namun di tengah tuntutan perubahan ini, kita tidak boleh membiarkan arah kemarahan rakyat dimanipulasi dan dialihkan semata menjadi bentrokan dengan aparat.

Peristiwa malam ini dipastikan akan mengganggu situasi dan keamanan Jakarta, bahkan berpotensi meluas ke daerah lain. Karena itu, kita harus menyerukan kepada semua pengguna platform media arus utama maupun media sosial untuk bijak dalam menyiarkan informasi, baik malam ini maupun di hari-hari mendatang. Informasi yang tidak diverifikasi hanya akan memperkeruh keadaan dan membuka celah bagi provokasi.

Kita juga harus mengingat komitmen Presiden Prabowo yang sejak awal fokus pada kerja-kerja strategis untuk kepentingan rakyat banyak. Pemerintah sedang berkonsentrasi penuh melanjutkan program-program besar untuk masyarakat, dan kerusuhan yang dirancang ini jelas merongrong stabilitas yang dibutuhkan untuk membangun bangsa.

Peristiwa malam ini bukan sekadar bentrokan jalanan. Ini adalah alarm serius bagi national security Indonesia. Ketika aksi rakyat berubah menjadi chaos yang memakan korban, lalu fokus publik dialihkan dari tuntutan reformasi DPR ke konflik horizontal dengan aparat, maka ada skenario besar yang sedang dimainkan. Negara tidak boleh lengah. Aparat harus mengurai kekacauan ini seperti mencabut akar yang membelit: menelusuri sumber provokasi, memeriksa pola koordinasi massa, dan mengungkap otak yang merancang destabilisasi ini.

Baca juga : Prabowo: TNI Anak Kandung Rakyat, Harus Siap Mati Membela Rakyat

Demo se-anarkis ini mustahil terjadi tanpa desain; ini by design, ada pihak yang bertanggung jawab. Karena itu, POLRI diyakini sangat mampu mengungkap dalang di balik kerusuhan ini, dan bangsa menaruh kepercayaan penuh pada profesionalisme aparat.

Namun kepercayaan itu hanya bisa dipertahankan dengan ketegasan dan transparansi. POLRI harus bertindak tegas terhadap pelaku penabrakan sesuai hukum yang berlaku, dan seluruh proses penanganan perkara harus dilakukan secara transparan agar masyarakat melihat bukti komitmen aparat menegakkan hukum. Masyarakat juga harus diingatkan untuk tidak terpancing provokasi atau ajakan main hakim sendiri, karena langkah itu hanya akan memperkeruh keadaan dan memecah belah bangsa.

Kita berutang keadilan kepada Afan Kurniawan dan rakyat kecil lainnya yang menjadi korban. Kepada aparat, ini adalah ujian integritas; kepada DPR, ini momentum berbenah dan kembali menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya; dan kepada siapa pun yang bermain di balik layar, pesan bangsa ini jelas: kita tidak akan tunduk pada skenario kotor.

Aparat harus segera menemukan dan menyeret aktor intelektual dibalik kerusuhan malam ini ke meja hukum. Hanya dengan keberanian mencabut akar persoalan, bangsa ini dapat keluar dari lingkaran kekerasan, memulihkan kepercayaan publik, menjaga national security, dan membuktikan bahwa demokrasi Indonesia tidak bisa dibajak, sementara darah rakyat tidak akan tumpah sia-sia.

Baca juga : Wamen Fajar: Filantropi Harus Jadi Akselerator Pendidikan Nasional

Penulis Dari: Komisi I DPR RI 2004-2009
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.