Dark/Light Mode
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Ada lima hal yang perlu kita ketahui tentang varian baru Covid-19, yaitu PQ.16.1.1.
Pertama, varian ini menjadi penting karena pada Juli 2026, WHO Technical Advisory Group on Virus Evolution (TAG-VE) menetapkan Covid-19 PQ.16.1.1 sebagai variant under monitoring (VUM). Kita tahu bahwa WHO merumuskan penamaan varian virus SARS-CoV-2 yang dikenal dengan variant of concern (VOC), variant of interest (VOI), dan variant under monitoring (VUM). VUM memang merupakan klasifikasi yang paling rendah, tetapi jika tidak tertangani dengan baik, varian ini bisa saja berkembang menjadi klasifikasi di atasnya, seperti VOI.
Baca juga : Mahasiswa Kedokteran Di AMSC
Kedua, PQ.16.1.1 merupakan turunan dari NB.1.8.1. Hal ini kembali menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus bermutasi dan tentunya tetap perlu kita waspadai perkembangannya.
Ketiga, saat ini varian PQ.16.1.1 memang sedang meningkat di dunia. Seperti kita ketahui, Indonesia masuk dalam kawasan WHO Pasifik Barat (Western Pacific Region). WHO menyatakan bahwa peningkatan kasus dunia utamanya terjadi di kawasan Pasifik Barat, artinya di kawasan tempat kita berada. Data GISAID menunjukkan bahwa 95,8 persen kasus PQ.16.1.1 di dunia tercatat di kawasan Pasifik Barat ini.
Baca juga : Sriwijaya Health Institute Dan Seminar
Keempat, data WHO menunjukkan bahwa peningkatan utama terjadi di Singapura, negara tetangga dekat kita. Setiap hari cukup banyak orang yang lalu-lalang antara Indonesia dan Singapura. Data dunia menunjukkan bahwa 84,9 persen kasus PQ.16.1.1 di dunia dilaporkan dari Singapura.
Kelima, sejauh ini risiko kesehatan dari PQ.16.1.1 memang rendah. Artinya, sebagian besar kasusnya sejauh ini masih bersifat ringan. Tentu kita perlu memantau keadaannya secara saksama dari waktu ke waktu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.