Dark/Light Mode

Mahasiswa Kedokteran Di AMSC

Senin, 13 Juli 2026 19:51 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Asian Medical Students' Conference (AMSC) 2026 merupakan salah satu kegiatan Asian Medical Students' Association (AMSA). Ajang internasional ini mempertemukan mahasiswa fakultas kedokteran dari kawasan Asia dan sekitarnya sebagai wadah untuk berdiskusi, berkolaborasi, serta mengembangkan kapasitas dalam menghadapi berbagai isu kesehatan yang relevan di tingkat regional maupun global.

Tahun ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran dari Indonesia menjadi tuan rumah AMSC 2026 dengan mengusung tema "TORCH: Tropical Outbreak Response and Collaborative Healthcare." Tema tersebut menyoroti berbagai tantangan bersama di wilayah tropis, seperti penyakit menular, perubahan iklim, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Karena selama ini saya banyak menggeluti topik tersebut, saya dengan senang hati berpartisipasi sebagai narasumber dalam acara ini.

Baca juga : Merawat Kepercayaan

Kegiatan diselenggarakan pada 13 Juli 2026 di Ruang Kuliah Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan diikuti oleh mahasiswa fakultas kedokteran dari Indonesia, Filipina, Taiwan, Korea Selatan, Australia, Malaysia, dan Jepang. Saya menjadi narasumber pada sesi "Roleplay: Be a Doctor" dengan tema "Tropical Disease Outbreak Control", menggunakan studi kasus penanganan malaria.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai simulasi respons darurat multisektor yang terkoordinasi dalam bentuk tabletop simulation, di mana para mahasiswa dari berbagai negara mengambil beragam peran, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka berdiskusi secara intensif untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Baca juga : Mahasiswa Lintas Kampus se-DIY Kecam Pembubaran Diskusi di GIK UGM

Dalam sesi tersebut, saya membahas peran WHO, sementara dosen lain menjadi narasumber yang mewakili perspektif tenaga kesehatan dan masyarakat. Selain itu, hadir pula narasumber dari Kementerian Kesehatan yang membahas aspek peran pemerintah.

Selain menjelaskan peran dan fungsi WHO dalam kesehatan global, saya juga menyampaikan bahwa saat ini saya sedang membantu kegiatan pengendalian malaria dan dengue di Saumlaki. Kasus malaria di Saumlaki dalam satu tahun terakhir umumnya merupakan kasus impor sehingga memerlukan strategi pengendalian yang spesifik.

Baca juga : Polusi Udara dan AMSA

Kita semua tentu patut berbangga atas kegiatan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa Fakultas Kedokteran ini. Diharapkan para lulusan dokter nantinya benar-benar mampu menangani berbagai persoalan kesehatan bangsa yang semakin kompleks, sekaligus berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan di tingkat regional maupun global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.