Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026, Ini Pesan Masyarakat Ke Pemerintah
Minggu, 23 Agustus 2026 14:44 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam beberapa hari terakhir, tak terbilang pesan WhatsApp yang masuk kepada saya. Pesan-pesan itu datang dari berbagai kalangan masyarakat dengan bahasa yang berbeda-beda, tetapi membawa satu pesan yang hampir sama: rasa lega, doa, salam, dan terima kasih atas komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga 31 Desember 2026.
Ada yang menulis kurang lebih begini, “Pak Ngabalin, sampaikan salam dan terima kasih kami kepada Pak Bahlil dan Bapak 08. Tidak naiknya BBM sangat membantu kami.” Bahkan, ada yang dengan gaya akrab menyampaikan, “Salam kami untuk MBG, Mas Bahlil Ganteng, dan Bapak 08.”
Saya memahami pesan-pesan tersebut bukan sekadar pujian kepada seseorang. Di baliknya terdapat suara masyarakat yang merasakan langsung betapa pentingnya stabilitas harga energi bagi kehidupan sehari-hari.
Keputusan Yang Menyentuh Kehidupan Rakyat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan komitmennya menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan sampai dengan 31 Desember 2026.
Pernyataan itu penting karena BBM bukan semata-mata komoditas energi. Bagi masyarakat, BBM bersentuhan langsung dengan ongkos transportasi, distribusi bahan pangan, kegiatan nelayan dan petani, aktivitas UMKM, serta berbagai kebutuhan rumah tangga.
Ketika harga BBM bersubsidi dapat dijaga, pemerintah sesungguhnya sedang berusaha mempertahankan salah satu penyangga penting daya beli masyarakat.
Lebih penting lagi, Menteri ESDM mengingatkan bahwa pemerintah harus memiliki kepekaan terhadap keadaan masyarakat di tengah situasi geopolitik global yang terus berubah.
Ketegangan dan konflik di berbagai kawasan dunia dapat memengaruhi harga minyak, rantai pasok, perdagangan internasional, serta perekonomian negara-negara berkembang. Indonesia tentu tidak mungkin sepenuhnya menghindarkan diri dari dampak perkembangan global tersebut.
Namun, justru di situlah negara harus hadir.
Baca juga : Padamkan Karhutla, Prabowo Kerahkan Jenderal TNI-Polri Ke Kalimantan
Kebijakan pemerintah tidak boleh hanya membaca angka, neraca, dan pergerakan harga komoditas dunia. Pemerintah juga harus membaca keadaan rakyat: bagaimana kehidupan pengemudi angkutan, nelayan yang membutuhkan solar, petani yang mengangkut hasil panen, pedagang kecil, pekerja, serta jutaan keluarga yang setiap hari harus mengatur pengeluaran rumah tangganya.
Kepekaan sosial merupakan bagian penting dari kepemimpinan.
Presiden Mendengar Nurani Masyarakat
Apa pun argumentasi ekonomi dan politik yang berkembang, bagi saya, keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi sampai akhir 2026 memberikan satu pesan yang sangat jelas: Presiden Prabowo Subianto mendengarkan denyut dan nurani masyarakat.
Seorang pemimpin memang harus memahami angka-angka ekonomi. Namun, pemimpin juga harus memahami air mata, harapan, dan kecemasan rakyatnya.
Di tengah ketidakpastian geopolitik internasional, pilihan untuk tidak menambah beban masyarakat tentu bukan keputusan sederhana. Pemerintah harus memperhitungkan kemampuan fiskal negara, subsidi energi, kebutuhan pembangunan, ketahanan energi nasional, serta dinamika harga minyak dunia.
Karena itu, ketika pemerintah memilih menjaga harga BBM bersubsidi, masyarakat berhak melihatnya sebagai bentuk keberpihakan yang konkret.
Bukan berarti seluruh persoalan energi nasional telah selesai. Indonesia masih mempunyai pekerjaan besar untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi, meningkatkan produksi migas, mempercepat hilirisasi, mengembangkan energi baru dan terbarukan, serta memastikan subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
Namun, rakyat juga membutuhkan kepastian untuk menjalani kehidupan hari ini.
Kepastian bahwa harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan hingga 31 Desember 2026 memberikan ruang bernapas bagi masyarakat.
Bahlil Dan Tanggung Jawab Politik Kepada Rakyat
Baca juga : Prabowo Turun Langsung Ke Kalbar, Pimpin Penanganan Karhutla
Saya mengenal Bahlil Lahadalia sebagai seorang yang memahami bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab yang besar. Sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, keputusan dan langkah yang diambilnya tentu selalu menjadi perhatian publik.
Karena itu, konsistensinya menjalankan arahan Presiden dalam menjaga harga BBM bersubsidi patut diapresiasi sekaligus terus dikawal.
Bagi Partai Golkar, keberadaan kadernya dalam pemerintahan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Politik tidak boleh berhenti pada pidato, baliho, ataupun ruang rapat. Politik memperoleh maknanya ketika kebijakan yang dihasilkan dapat dirasakan rakyat.
Inilah sebabnya pesan-pesan masyarakat yang masuk kepada saya saya pandang sangat penting.
Saya akan menyampaikan salam, doa, dan rasa terima kasih itu kepada Mas Bahlil. Dan tentu, aspirasi masyarakat harus terus sampai kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sebab, komunikasi antara rakyat dan pemimpin tidak boleh terputus.
Jangan Berhenti Pada Apresiasi
Meski demikian, apresiasi tidak berarti kita berhenti melakukan pengawasan dan memberikan masukan.
Pemerintah harus terus memastikan ketersediaan BBM di seluruh Indonesia, menjaga distribusi agar tidak terjadi kelangkaan, memperbaiki ketepatan sasaran subsidi, dan mengambil tindakan terhadap setiap penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas. Kebijakan yang diumumkan di Jakarta harus benar-benar dirasakan sampai ke Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara, Jawa, serta pulau-pulau terluar Indonesia.
Baca juga : BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton Lewat Ekosistem Ultra Mikro
Di situlah ukuran sesungguhnya dari keberhasilan sebuah kebijakan.
Bagi saya, begitu banyaknya pesan masyarakat merupakan pengingat bahwa satu keputusan pemerintah dapat mempunyai arti yang sangat besar bagi kehidupan jutaan orang.
Kepada masyarakat yang telah menitipkan salam melalui WhatsApp saya, insyaallah salam itu akan saya sampaikan.
Kepada Presiden Prabowo Subianto, terima kasih karena terus mendengarkan suara rakyat.
Kepada Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, teruslah bekerja dan menjaga amanah. Jangan pernah kehilangan kepekaan terhadap kehidupan rakyat kecil.
Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya seberapa baik angka-angka ekonomi terlihat, tetapi seberapa kuat rakyat merasakan bahwa negara hadir bersama mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya