Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Padamkan Karhutla, Prabowo Kerahkan Jenderal TNI-Polri Ke Kalimantan
Sabtu, 22 Agustus 2026 15:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan pejabat utama TNI dan Polri ke empat provinsi terdampak.
Prabowo bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu (22/8/2026) pagi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan serentak. Setibanya di Kalimantan Barat, Presiden langsung memimpin rapat koordinasi yang melibatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat,” kata Prabowo di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).
Baca juga : Prabowo Turun Langsung Ke Kalbar, Pimpin Penanganan Karhutla
Sekretariat Kabinet menyampaikan keberangkatan Presiden tersebut dilakukan untuk mengecek sekaligus memimpin langsung penanganan karhutla secara serentak di Kalimantan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebakaran yang berdampak terhadap masyarakat dapat segera dikendalikan.
Sehari sebelumnya, Prabowo telah menginstruksikan pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung menangani karhutla di empat provinsi. Pembagian tugas dilakukan agar pemadaman dan penanganan di lapangan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Di Kalimantan Barat, Presiden menugaskan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangani kondisi di lapangan. Sementara itu, penanganan di Kalimantan Tengah ditugaskan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Baca juga : 6 Provinsi di Kalimantan & Sumatera Jadi Prioritas Penanganan Karhutla
Untuk Kalimantan Selatan, Presiden menugaskan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali bersama Asisten Utama Operasi Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran. Adapun di Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita bersama Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat ditugaskan memimpin penanganan di lapangan.
Pengerahan pejabat utama TNI dan Polri tersebut merupakan strategi pemerintah untuk memastikan seluruh unsur bergerak dalam satu komando. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat juga didorong bekerja bersama dalam menangani karhutla.
Prabowo menekankan pentingnya kecepatan dan optimalisasi penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas. Pemerintah berharap masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Baca juga : Pemerintah Gaspol Jinakkan Karhutla
“Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” demikian keterangan Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya @sekretariat.kabinet, Sabtu (22/8/2026).
Selain penanganan di lapangan, Presiden meminta aspek penegakan hukum tetap menjadi perhatian. Setiap pelanggaran hukum yang ditemukan dalam proses penanganan karhutla harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan turun langsung ke Kalimantan dan menempatkan pejabat utama TNI-Polri di sejumlah provinsi terdampak, pemerintah memastikan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu. Seluruh kekuatan diarahkan bergerak bersama agar kebakaran segera dikendalikan dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya