Dark/Light Mode

Sidang Pleno KonKer XVIII PDPI di Padang

Jumat, 18 September 2026 19:38 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 17 September 2026, saya mengikuti Sidang Pleno KonKer XVIII Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Padang.

Sebagai mungkin satu-satunya yang usianya di atas 70 tahun di arena itu maka saya amat berbesar hati melihat antusiasme teman-teman sejawat anggota PDPI dari seluruh Indonesia yang hadir.

Banyak hal yang didiskusikan, mulai dari program pengurus sampai kenyataan di lapangan, dan juga cukup banyak dinamika yang terjadi, sebagaimana mana biasa terjadi pada pertemuan skala besar seperti ini.

Sebagaimana biasa maka ada masalah yang segera dapat diselesaikan, dan tentu ada juga yang perlu kajian lebih panjang.

Baca juga : Menhut Pertebal Pasukan Darat, Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla

Dalam kapasitas sebagai Majelis Kehormatan, saya menyampaikan tiga keberhasilan dan tiga tantangan yang ada.

Keberhasilan pertama adalah makin baiknya posisi dokter paru dan pernapasan di masyarakat, dan juga di lintas sektor.

 

Saya saat hadir pada Sidang Pleno KonKer PDPI di Padang. (Foto : Dok Pribadi)

Kedua adalah baiknya program kerja yang sudah berhasil dilaksanakan pengurus pusat dan semua pengurus cabang di seluruh Indonesia.

Baca juga : Keluarga De Santos Kenang Kepedulian Lebanon untuk Korban Tsunami Padang

Ketiga, keberhasilan bukan hanya tentang program kerja tetapi juga tentang kerja nyata seluruh jajaran dokter paru di masyarakat.

Tentang tantangan, yang pertama tentu masalah kesehatan paru dan pernapasan yang masih terus ada. Sekarang saja sedang ada polusi udara akibat kebakaran hutan, ada peningkatan kasus Influenza A di berbagai tempat dll.

Selain itu juga banyak masalah kesehatan paru lain, yang jadi tantangan kerja PDPI dan para dokter paru, yang semuanya akan dapat diatasi dengan keilmuan dan kerja nyata yang dilakukan.

Tantangan kedua adalah bagaimana agar PDPI dapat terus meningkatkan kesejawatan antar ribuan anggotanya. Dalam diskusi selanjutnya beberapa teman lain menggunakan istilah tentang perlunya menjaga kekompakan.

Baca juga : Bromo Kebakaran Lagi, Padang Savana dan Bukit Teletubbies Hangus

Tantangan ketiga adalah situasi eksternal yang perlu di sikap dengan lincah dan bijak. Tantangan ini dapat dalam bentuk kebijakan suara struktur PDPI, atau dinamika di masyarakat, atau dinamika perubahan-perubahan yang ada.

Semoga PDPI akan terus meningkatkan kinerjanya demi kesehatan paru dan pernapasan bangsa kita, dan juga memberi peran di dunia pula.

Prof Tjandra Yoga Aditama.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - PDPI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.