Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 22 Agustus 2026, saya ke RS Komodo Labuan Bajo, menyerahkan bantuan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta ke PDPI cabang NTT. Sumbangan diterima oleh Dr David Dwi Putera, Spesialis Paru di RS ini.
Di seluruh pulau Flores ada 3 Dokter Spesialis Paru, di Labuan Bajo, Maumere dan Larantuka. Saya menyerahkan sumbangan ini di tenda di halaman Rumah Sakit.
Memang walaupun bangunan RS masih baik tapi ketika gempa 15 Agustus 2026 maka goncangan cukup keras sehingga semua pasien di keluarkan ke halaman RS, dan sampai 22 Agustus 2026 sebagian masih ada di tenda, walaupun sebagian lain sudah kembali ke gedung rawat inap.
Baca juga : BAZNAS Salurkan 1.900 Porsi Makanan Untuk Korban Gempa NTT
Saya dan Dr David sempat visite 2 pasien di tenda, seorang dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan seorang lagi dengan Pneumonia yang tadinya keadaan sepsis dan sekarang sudah membaik.
Saya saat menyerahkan bantuan. (Foto : Dok Pribadi)
Secara umum sehari-hari ada sekitar 10 orang pasien paru di rawat inap di RS ini, sebagian adalah Tuberkulosis. Dr David menangani 2 orang pasien TB Resisten Obat sesuai hasil Tes Cepat Molekuler (TCM), tapi memang belum ada fasilitas untuk mendeteksi resistensi lanjutannya.
Baca juga : PNM Peduli Hadirkan Akses Air Bersih untuk Pengungsi Gempa NTT
Untuk pelayanan Paru di RS ini tersedia alat spirometri, tapi sebenarnya diperlukan alat Bronkoskopi yang mereka belum mempunyainya. Mudah-mudahan RS Labuan Bajo akan dapat dilengkapi alat Bronkoskopi karena memang amat diperlukan bagi pelayanan kedokteran Paru dan Respirasi sehari-hari.
Karena saya datang bersama istri saya yang Dokter THT maka kami ketahui pula bahwa di RS Komodo Labuan Bajo belum ada Dokter THT.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Baca juga : Bio Farma Kerahkan Bantuan Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya