Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 4 Oktober 2026, saya menghadiri pertemuan 53 tahun lulusan SMA 3 Jakarta. Kalau rata-rata lulus SMA pada usia 18 tahun maka saya dan teman-teman yang hadir pada pertemuan ini -sekitar 60 orang- usianya setidaknya 71 tahun. Tentu kami mensyukuri dapat menjalani hidup dengan baik di lanjut usia seperti ini.
“Center of Disease Control and Prevention (CDC)” Amerika Serikat menyampaikan tujuh kebiasaan yang perlu dilakukan untuk tetap sehat di usia lanjut.
Pertama adalah nutrisi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan selalu menjamin asupan gizi yang sehat dan seimbang.
Kedua adalah pentingnya aktifitas fisik. Artinya para lansia harus menjaga fisik tubuh tetap aktif dan menjalankan aktifitas secara berkala, tentu sesuai dengan kemampuan yang ada.
Baca juga : Menuju 70 Tahun Astra, UMKM Belajar Bikin Konten untuk Perluas Pasar
Ketiga adalah menjaga fungsi mental. CDC menyampaikan agar lansia selalu menstimulasi pikirannya dan juga perlu tidur yang cukup.
Keempat, kehidupan sosial yang baik. Ini dapat dilakukan dengan tetap terhubung dengan teman dan lingkungan sekitar, tetap terkoneksi secara sosial.
Saya saat menghadiri pertemuan 53 tahun lulusan SMA 3 Jakarta. (Foto : dok pribadi)
Kelima, kehidupan emosi yang baik. Lansia harus menjaga kesehatan emosinya, termasuk mengendalikan stress, berperilaku positif dan tentu juga jangan ragu meminta dukungan emosional kalau diperlukan.
Baca juga : Dari Meja Makan untuk Kesehatan: Memahami Pentingnya Pangan yang Aman
Keenam adalah pencegahan cedera. Selalu berupaya agar jangan sampai jatuh tidak terkontrol dan menghindari kecelakaan, hati-hati ketika berjalan dan beraktifitas dan tentu juga cermat berkendara.
Hal ketujuh yang juga penting adalah pemeliharaan kesehatan secara rutin. Jelas diperlukan cek dan skrining kesehatan secara berkala, pemberian vaksin yang diperlukan dan penanganan penyakit kronik dengan baik.
Dapat juga disampaikan disini bahwa menurut World Health Organization (WHO) maka keadaan lanjut usia bukanlah semata-mata berhubungan dengan tahun kelahiran.
Yang juga amat penting adalah kemampuan fungsinya, yang merupakan kombinasi antara kemampuan fisik dan mental dan lingkungan sekitar.
Baca juga : Skincare dan Kesehatan Kulit: Antara Kebutuhan dan Tren
WHO mendefinisikan lansia sehat (“healthy ageing”) adalah proses mengembangkan dan memelihara kemampuan fungsional (“functional ability”) di usia lanjut, yang setidaknya meliputi kemampuan lima hal.
Pertama memenuhi setidaknya kebutuhan dasar yang diperlukannya. Ke dua adalah tetap mampu belajar, berkembang dan membuat keputusan dengan baik.
Ketiga, tetap mampu bergerak dan beraktifitas dengan baik. Ke empat, mampu membina dan memelihara hubungan baik dengan sekitar serta ke lima adalah mampu memberi peran dan sumbangan pada masyarakat, tentu sesuai kemampuan yang ada.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Lulus SMA Tahun 1973, Lulus Dokter Tahun 1980
Pensiun Pegawai Negeri Sipil, Pensiun Pegawai WHO, dan kini Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/ Adjunct Professor Griffith University.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya