Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Peringati World Sight Day, JEC Kembali Gelar Operasi Glaukoma Gratis
Selasa, 29 Oktober 2024 15:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - JEC Eye Hospitals and Clinics kembali menggelar operasi implan glaukoma gratis.
Di tahun kedua ini sejalan dengan tema World Sight Day 2024, operasi dilakukan bagi penderita glaukoma dengan target tindakan pada 100 mata.
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak. Lebih-lebih 80 persen kasus glaukoma muncul tanpa gejala. Karena itu glaukoma dijuluki sebagai ‘si pencuri penglihatan’.
Dalam lima tahun terakhir, JEC berhasil menangani hampir 250 ribu pasien glaukoma dan lebih dari 3.500 operasi glaukoma.
Dokter Subspesialis Glaukoma, dan Ketua JEC Glaucoma Service, JEC Eye Hospitals & Clinics.Prof. DR. dr. Widya Artini Wiyogo, Sp.M(K) menuturkan, glaukoma terjadi lantaran peningkatan tekanan dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik.
Kondisi neuropati optik progresif ini berdampak pada penurunan fungsi penglihatan: lapang pandang semakin menyempit hingga buta permanen - yang tak bisa disembuhkan.
Baca juga : Peringati Hari Santri, 10.522 Pelajar Penghafal Al Quran Diwisuda
"Semakin mencemaskan lagi, glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi kebutaan glaukoma dapat dicegah dengan deteksi dan terapi dini. Karenanya, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar mengenai kelainan mata ini, sekaligus mengetahui tanda-tanda awalnya, sehingga glaukoma segera terdeteksi dan ditangani.
Pemeriksaan mata secara rutin sangatlah krusial!," ujar Wiyogo, Selasa (29/10/2024).
Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengungkapkan, prevalensi glaukoma secara global pada kelompok usia 40-80 tahun mencapai 3,54 persen.
Pada 2013 penderitanya mencapai 64,3 juta. Angka ini diproyeksi terus meningkat menjadi 76 juta pada 2020, dan diperkirakan berjumlah 111,8 juta pada 2040.
Sementara di Indonesia, data yang sempat dirilis secara resmi, prevalensi glaukoma sebesar 0,46 persen (setiap 4 sampai 5 orang per 1.000 penduduk).
Wiyogo menyebut, glaukoma bersifat kronis, dan sangat mempengaruhi kualitas hidup penyandangnya. Lapang pandang yang terbatas tentunya mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Pelatih Arne Slot Makin Gemilang Bersama Liverpool
Secara psikologis, penderita glaukoma juga berisiko merasakan kecemasan, bahkan sampai depresi - karena terus menerus mengkhawatirkan kebutaan.
Belum lagi imbas finansial atas kebutuhan pengobatan glaukoma. Tindakan intervensi medis berupa operasi implan glaukoma menjadi salah satu solusi yang tepat agar penderita mendapatkan kembali hidup yang berkualitas terhindar dari kebutaan akibat glaukoma.
"Inilah yang mendorong JEC untuk melanjutkan aksi sosial ini," ujarnya.
Dokter Subspesialis Glaukoma JEC Eye Hospitals and Clinics dan Ketua Pelaksana Operasi Implan Glaukoma JEC 2024, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), mengatakan, pelaksanaan aksi sosial operasi implan glaukoma JEC tahun ini menyasar penerima manfaat yang lebih luas, utamanya masyarakat yang membutuhkan.
Dengan teknik operasi terbaru dan variasi pilihan implan glaukoma yang tersedia.
"Kami berharap aksi sosial ini bisa membantu pasien-pasien glaukoma untuk mendapatkan kembali kontrol tekanan bola mata lebih baik. Harapannya, pasien glaukoma, merasakan kenyamanan lebih, baik saat maupun pasca-tindakan,” ucap Zeiras.
Baca juga : Peringati Hari Habitat Dunia, PUPR Tanam Ribuan Pohon Di Seluruh Nusantara
Direktur Utama JEC @ Kedoya, JEC Eye Hospitals & Clinics, DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K) mengatakan, Peringatan World Sight Day 2024 menjadi momentum pengingat untuk semakin peduli pada kesehatan mata, khususnya guna mengantisipasi ancaman glaukoma.
Pemeriksaan mata secara berkala, dilanjutkan penanganan glaukoma sesegera mungkin dan tepat, menjadi kunci untuk menghindarkan risiko kebutaan akibat glaukoma.
"Kesinambungan inisiatif operasi implan glaukoma ini bukan hanya realisasi komitmen JEC dalam optimalisasi penglihatan masyarakat Indonesia.
Lebih dari itu, ini merupakan langkah nyata JEC memberikan impak yang berkelanjutan bagi para penyandang glaukoma yang memiliki keterbatasan finansial,” ucap Riyanto.
Tahun ini, lanjut Riyanto, rangkaian operasi implan glaukoma gratis dijalankan secara bertahap mulai Oktober 2024 hingga April 2025, dengan penerima manfaat berasal dari berbagai wilayah Indonesia (total 100 mata).
"Titik skrining dan pelaksanaan operasi akan melibatkan hampir seluruh cabang JEC Eye Hospitals and Clinics, sedangkan implementasi perdana tindakan operasi implan tahap kedua ini dipusatkan di RS Mata JEC @ Kedoya," pungkas Riyanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya