Dark/Light Mode

Film Banyak Anak Banyak Rejeki Mulai Produksi, Komedi Keluarga Sarat Makna

Kamis, 19 Juni 2025 21:00 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah produksi Black White Pictures resmi memulai syuting film terbaru mereka berjudul “Banyak Anak Banyak Rejeki (Yang Harus Dicari)”, yang ditandai dengan acara tasyakuran dan doa bersama di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis (19/6/2025).

Film bergenre drama komedi romantis ini diprediksi menjadi salah satu tontonan keluarga paling dinantikan tahun ini.

Acara peluncuran produksi film tersebut turut diisi dengan prosesi tumpengan serta penayangan teaser perdana, memperkenalkan kisah unik tentang keluarga sederhana yang mendadak kaya setelah menemukan emas di pemakaman.

Film “Banyak Anak Banyak Rejeki” mengisahkan Bang Jali, seorang penggali kubur di pinggiran Jakarta yang hidup pas-pasan bersama istri dan tiga anaknya.

Saat hujan deras mengguyur, ia tanpa sengaja menemukan bongkahan emas yang mengubah nasib keluarganya secara drastis.

Baca juga : Bank DKI Dukung Kejagung Proses Hukum Terkait Kredit Kepada PT Sritex 

Namun, kekayaan justru memunculkan konflik baru dalam keluarga mereka. Anak-anak Bang Jali tumbuh dalam kemewahan, sementara ikatan emosional dan nilai spiritual mulai memudar.

Dari sinilah pesan moral film digali, bahwa rejeki sejati tak hanya berbentuk materi, tapi juga cinta, kebersamaan, dan perjuangan.

Film ini disutradarai oleh Tyas Asko dan diproduseri sekaligus dibintangi oleh Fadli Fuad. Dalam sambutannya, Fadli menyinggung kurangnya dukungan jaringan bioskop besar terhadap film independen, terutama yang diproduksi oleh sineas muda.

Sebagai contoh, film sebelumnya berjudul Sumur Jiwo 1977 yang diproduksinya sejak 2024 hingga kini belum mendapat slot tayang di jaringan bioskop besar seperti Bioskop XXI.

"Film ini malah sudah dilirik oleh distributor internasional seperti Citrus Sinema. Tapi kami tetap ingin film Indonesia ditonton pertama kali oleh publik Indonesia," ujar Fadli.

Baca juga : Puluhan Kader PSI Buleleng Fokus Ke Keluarga & Bisnis

Film ini menghadirkan lebih dari 30 aktor, termasuk Opie Kumis, Hj. Elvy Sukaesih, Yatti Surachman, Harry De Fretes, Elina Joerg, Revaldo, hingga Mandy Edenia.

Perpaduan aktor senior dan pendatang baru menciptakan kekuatan ensemble cast yang menjanjikan.

Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi seperti Jakarta, Bogor, dan sekitarnya, menghadirkan nuansa budaya Betawi, Madura, dan Banyumas.

Film ini mengeksplorasi realita masyarakat urban dengan pendekatan komedi yang humanis. Sutradara Tyas Asko mengungkap bahwa film ini tidak mengandalkan slapstick, melainkan membangun komedi dari karakter dan situasi.

Dengan penggunaan mid-shot dan close-up, penonton diajak menyelami ekspresi dan emosi tokoh secara intim.

Baca juga : Keluarga Tahanan Kirim Makanan Untuk Bukber

"Ritmenya cepat tapi tetap ada ruang untuk momen emosional dan punchline. Setiap karakter punya panggungnya sendiri meski tak semua tampil lama," ujar Tyas.

Sebagai rumah produksi yang telah melahirkan sejumlah film nasional seperti Hantu Biang Kerok (2009) dan Persembahan Terakhir (2015), Black White Pictures kini kembali menegaskan komitmennya untuk mengangkat budaya lokal dan memberi ruang bagi aktor legendaris agar terus eksis di layar lebar.

“Kami ingin jadi rumah bagi para aktor senior dan film-film Indonesia yang punya cerita kuat, bukan hanya yang punya anggaran besar,” tegas Fadli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.