Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Kolaborasi YCCK, IBI Bali dan Bunda Arsaningsih Gelar Meditasi Ibu Hamil
Sabtu, 16 Mei 2026 19:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya menjaga kesehatan mental ibu hamil di Indonesia mencatat sejarah baru. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) resmi mencatat agenda “TATA HATI – Meditasi Khusus Ibu Hamil” sebagai aksi meditasi kesehatan mental ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.
Program yang diinisiasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali ini digelar secara hybrid dari Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75. Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui nonton bersama di jaringan SOUL Center serta berbagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk di 8 kabupaten dan 1 kota di Bali.
Konsep hybrid tersebut menjadikan Tata Hati sebagai salah satu gerakan meditasi kesehatan mental ibu hamil terbesar di Indonesia.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental kini semakin meningkat, termasuk dalam masa kehamilan.
Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik ibu hamil, kondisi emosional dan mental seorang ibu kini mulai dipahami memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan hingga perkembangan bayi dalam kandungan.
Berangkat dari kepedulian tersebut, program “Tata Hati – Meditasi Khusus Ibu Hamil” menghadirkan sesi talkshow dan meditasi kesehatan mental ibu hamil yang dipandu oleh Bunda Arsaningsih.
Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) Adek Dharana menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil sebagai gerbang pertama pembentukan generasi masa depan.
“Mewakili Yayasan Cahaya Cinta Kasih, saya menyambut kehadiran jiwa-jiwa mulia yang hari ini tengah mengemban amanah suci kehidupan dalam menjaga gerbang pertama peradaban,” ujar Adek Dharana, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga : Kolaborasi Dekranasda dan Kemenkop Bantu Usaha Lokal dib Kalbar Siap Ekspor
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Kolaborasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama IBI dalam rangka HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional merupakan sinergi antara sains medis dan pemulihan batin. Bidan menjaga raga, dan kita di sini bersama-sama menjaga jiwa,” kata Adek Dharana.
Menurutnya, pelaksanaan Tata Hati” ke-9 ini menjadi sangat spesial karena secara khusus membahas kesehatan mental ibu hamil sebagai akar pembentukan kehidupan.
“Jika sebelumnya kita berbicara tentang kesehatan mental secara umum, hari ini kita berbicara tentang akar kehidupan. Ibu hamil tidak hanya mengandung raga, tetapi juga menenun energi dan emosi. Anak yang akan lahir adalah cermin dari kedalaman rasa ibunya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, YCCK ingin turut mempersiapkan hadirnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan mental dan spiritual sejak dalam kandungan.
“Melalui metode Soul Reflection yang dipandu Bunda Arsaningsih, kita belajar membersihkan endapan negatif dan memperkuat afirmasi positif. Ini adalah gerakan kolektif untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu Senior Manager MURI Triyono, hadir langsung untuk melakukan verifikasi kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi gerakan unik dan luar biasa dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di Indonesia.
Piagam penghargaan MURI diberikan kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih sebagai penyelenggara, SOUL sebagai pendukung acara, serta Bunda Arsaningsih sebagai narasumber sekaligus pemegang rekor.
Baca juga : Kolaborasi UMB dan USM Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan
“MURI berharap kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan membantu menjaga kesehatan mental ibu-ibu hamil di Indonesia agar terlahir anak-anak dengan jiwa yang bercahaya, baik secara jasmani maupun mental,” ujar Triyono.
Dalam sesi meditasi, Bunda Arsaningsih didampingi oleh dr. Rastho Mahotama selaku Senior Trainer of SOUL.
Pada kesempatan tersebut, Bunda Arsaningsih membahas pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil karena kondisi emosional seorang ibu dinilai sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Menurutnya, proses pertumbuhan manusia dimulai sejak berada di dalam kandungan dan seorang ibu menjadi sosok yang paling besar menopang proses tersebut, baik secara fisik maupun mental.
Perubahan hormonal selama kehamilan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional ibu, mulai dari rasa takut, cemas, sedih, hingga tekanan menjelang persalinan.
Dalam sesi meditasi tersebut, para peserta diajak untuk mengenali emosinya, melepaskan rasa takut dan kecemasan, membangun komunikasi batin dengan bayi dalam kandungan, serta menghadirkan afirmasi positif dan rasa cinta kepada janin.
Bunda Arsaningsih meyakini bahwa kualitas karakter anak mulai dibentuk sejak dalam kandungan. Masa kehamilan selama sembilan bulan menjadi fase penting dalam membentuk rasa aman, kasih sayang, dan kualitas emosi anak di masa depan.
“Dari seorang ibu yang bahagia akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” ujar Bunda Arsaningsih.
Pendekatan holistik dalam Tata Hati dikembangkan dari metode Senam dan Meditasi Yophytta Maternal karya Bunda Arsaningsih yang telah diteliti secara ilmiah oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).
Baca juga : Kolaborasi ICE BSD Dan PT AI Indonesia Hadirkan PetFest.AI
Meditasi dipandang sebagai pendekatan pelengkap yang membantu menciptakan kondisi emosional dan spiritual yang lebih sehat bagi ibu dan bayi.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya mengucapkan selamat atas tercatatnya rekor MURI untuk meditasi kesehatan mental ibu hamil ini. Kegiatan ini luar biasa dan kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini untuk membantu mencegah kematian dini pada ibu hamil,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua IBI Provinsi Bali, Dr. Ni Nyoman Budiani, SST, M.Biomed, yang menyebut kegiatan ini menjadi momentum positif dalam peringatan HUT IBI ke-75 karena berhasil melibatkan lebih dari 1.000 ibu hamil secara hybrid untuk bersama-sama mempersiapkan kehamilan dan persalinan melalui meditasi kesehatan mental.
Salah satu peserta, Ibu Ade Sri, seorang perawat asal Denpasar yang sedang menjalani kehamilan pertama, mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam selama mengikuti meditasi tersebut.
“Awalnya saya dan suami ingin liburan dulu, tetapi puji Tuhan langsung diberikan rezeki anak. Banyak ketakutan dan kecemasan yang muncul selama kehamilan,” ujarnya.
Ade Sri mengaku sangat tersentuh dengan pengalaman meditasi yang dijalani. “Saya merasa anak saya juga ikut merasakan ketenangan itu. Kalau kegiatan ini diadakan lagi, saya ingin mengajak ibu-ibu lainnya agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental ibu hamil merupakan bagian penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, bahagia, dan penuh cinta menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya