Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta Modern Ensemble (JME), ansambel musik modern pertama di Indonesia yang secara khusus berfokus pada musik kontemporer dan karya-karya eksperimental, akan menggelar konser perdananya pada 30 Juli 2026 di Auditorium Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta.
Konser yang dimulai pukul 19.30 WIB itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan musik kontemporer di Tanah Air.
Pengasuh Jakarta Modern Ensemble, Jeni Suryanti Janis mengatakan, konser perdana tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendekatkan musik kontemporer kepada masyarakat sekaligus memperluas ekosistem kreatif di bidang tersebut.
“Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara karya-karya baru, musisi muda, dan audiens yang lebih luas sehingga ekosistem musik kontemporer Indonesia dapat terus tumbuh,” ujar Jeni dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Selain menandai debut resmi JME di hadapan publik, konser ini juga diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi apresiasi terhadap karya-karya musik abad ke-21 yang selama ini masih memiliki audiens terbatas.
Baca juga : Grab Siap Berlakukan Komisi 8 Persen Ojol Pada 1 Juli 2026
Penyelenggaraan konser mendapat dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI serta sponsor Bali Hai.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan mendorong tumbuhnya praktik musik kontemporer di Indonesia.
Jakarta Modern Ensemble didirikan oleh komponis Indonesia Tony Prabowo dan berada di bawah naungan Yayasan Rumah Musik Indonesia (YRMI).
Ansambel ini diasuh oleh Jeni Suryanti Janis, dengan Max Riefer dari Jerman menjabat sebagai Direktur Artistik dan Vincent Wiguna sebagai Konduktor Residen.
Sejak awal pembentukannya, JME mengusung visi internasional melalui keterlibatan musisi dan akademisi dari berbagai negara.
Baca juga : Top, Jerman Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026
Di antaranya Martin Jaggi dari Swiss yang mengajar di Yong Siew Toh Conservatory of Music Singapura, Kyle Daniel Acuncius dari Amerika Serikat yang menjadi staf pengajar di Mahidol University Thailand, serta Christoph Wichert dari Austria yang tergabung dalam Singapore Symphony Orchestra.
Konser perdana JME akan dipimpin langsung oleh Max Riefer, mantan Direktur Artistik New Music Ensemble Musikhochschule Lübeck, Jerman.
Program pertunjukan akan menghadirkan beragam karya yang merepresentasikan perkembangan musik kontemporer lintas generasi dan lintas negara.
Sejumlah komposisi yang akan dibawakan antara lain Action Music karya Erik Griswold, Nera karya Septian Dwi Cahyo, Kong Shan karya Kee Yong Chong, Dérive 1 karya Pierre Boulez, Bangkai karya Irene Tanuwidjaja, serta Workers Union karya Louis Andriessen.
Lebih dari sekadar kelompok pertunjukan, JME memosisikan diri sebagai institusi artistik yang berupaya membangun ruang bagi penciptaan karya baru, pendidikan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang musik kontemporer.
Baca juga : Jakarta Urutan ke-53 Kota Terbaik Dunia 2026
Melalui program latihan rutin, konser, lokakarya, dan kolaborasi internasional, ansambel ini menargetkan Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam percakapan global mengenai perkembangan musik abad ke-21.
Melalui konser perdananya, JME berharap dapat memperluas apresiasi publik terhadap musik kontemporer, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi komponis dan musisi Indonesia untuk tampil serta berkolaborasi di tingkat internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya