Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
World Brain Day 2026, S-26 Edukasi Orang Tua Lewat Teknologi EEG
Minggu, 26 Juli 2026 06:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memperingati World Brain Day 2026, Wyeth Nutrition melalui S-26 menghadirkan pengalaman edukatif yang mengajak orang tua memahami pentingnya perkembangan otak anak sejak usia dini.
Lewat program S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain, masyarakat bisa melihat visualisasi aktivitas otak secara langsung menggunakan teknologi electroencephalogram (EEG) untuk konsumen di Indonesia.
Acara yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026 ini menjadi kelanjutan dari penyelenggaraan serupa di Surabaya yang mendapat antusiasme tinggi.
Daya tarik utamanya adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer, teknologi yang dikembangkan bersama MyndPlay UK untuk memperlihatkan aktivitas beberapa fungsi otak, seperti fokus, kreativitas, memori, hingga kemampuan memecahkan masalah secara real-time.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Edukasi Siswa Kawasan Pesisir Medan Lewat Program SEKAR
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali mengatakan, setiap anak memiliki potensi dan perjalanan belajar yang berbeda. Menurutnya, orang tua berperan penting dalam memberikan pengalaman belajar yang beragam agar anak mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru.
"Di tengah dunia yang terus berubah, kami percaya setiap anak bisa menjadi hebat dengan perjalanan exceptional yang dimilikinya. Karena itu, pengalaman multi-learning menjadi bekal penting agar anak siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Vera, dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Vera menambahkan, melalui S-26 Procal Gold Multilearn Connect, Wyeth Nutrition menghadirkan formulasi yang mengombinasikan sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi.
Kombinasi nutrisi tersebut dirancang untuk mendukung proses mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran sinyal antarsel saraf menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca juga : Tahun Ajaran Baru, Wamenperin Ajak Orang Tua Beli Peralatan Sekolah Lokal
Dokter spesialis anak Yoga Yandika menjelaskan, bahwa lima tahun pertama kehidupan merupakan periode emas perkembangan otak.
Pada masa ini, koneksi antarsel saraf berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan gizi yang tepat, stimulasi yang konsisten, dan lingkungan yang positif.
"Proses mielinisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan otak. Dukungan nutrisi yang seimbang, dipadukan dengan stimulasi yang tepat dan pengalaman belajar yang beragam, dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak anak," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pasangan Budi Fung dan Marlene juga berbagi pengalaman mendampingi putra mereka, Ashton Alexander Fung, yang telah menorehkan berbagai prestasi internasional di bidang matematika.
Baca juga : Generali Lion Heart Run 2026 Dorong Hidup Sehat Sejak Dini
Mereka mengaku selalu memberi ruang bagi Ashton untuk mengeksplorasi minatnya, mulai dari coding, matematika, golf, berkuda hingga piano.
Kini Ashton bahkan tengah mengembangkan AI Agent for Education, proyek yang memadukan kemampuan coding dan matematika untuk menghadirkan solusi pembelajaran bagi anak-anak.
Selain menikmati visualisasi aktivitas otak, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai wahana interaktif, seperti Logic Lab, Vision Pod, Neuron Express, Neuron Dance, hingga Photo Booth yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak dan orang tua.
Melalui rangkaian kegiatan ini, S-26 berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya kombinasi antara asupan gizi, stimulasi, dan pengalaman belajar sejak dini untuk mendukung perkembangan anak menuju masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya