Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
- Bungkam Brazil, Erling Haaland: Ini Anugerah Tuhan
- BRINS Bayarkan Klaim Asuransi Rp950 Juta Untuk Korban Banjir Di Probolinggo
- Kapolri Ajak Brigade Persis Jaga Persatuan Demi Dukung Program Pemerintah
- Harry Kane Bangga Inggris Singkirkan Meksiko, Siap Tantang Norwegia
Tahun Ajaran Baru, Wamenperin Ajak Orang Tua Beli Peralatan Sekolah Lokal
Senin, 6 Juli 2026 18:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat mengutamakan penggunaan peralatan sekolah buatan dalam negeri menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 sebagai upaya memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus memperluas pasar domestik.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan momentum tahun ajaran baru menjadi peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional untuk meningkatkan penjualan dan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur.
Baca juga : Lahan Terbengkalai, Pemerintah Evaluasi Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara
"Momentum tahun ajaran baru merupakan peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional. Potensi pasar ini harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri melalui produk yang berkualitas, inovatif, aman, memiliki desain menarik, dan mampu bersaing dari sisi harga," kata Faisol saat membuka Indonesia Student Equipment Fair (INASTEF) 2026 di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin.
Menurut dia, industri nasional perlu terus meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, dan inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Faisol menjelaskan, penggunaan produk lokal tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok dalam negeri di tengah dinamika ekonomi global.
Baca juga : Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Terus Bersihkan BGN dari Koruptor
Ia menambahkan, besarnya potensi pasar peralatan sekolah didukung jumlah penduduk usia sekolah yang sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 66 juta penduduk berusia 5–19 tahun, ditambah sekitar 22 juta anak usia dini yang membutuhkan berbagai perlengkapan pendidikan.
"Penguatan pasar dalam negeri tidak hanya memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan industri nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi dan rantai pasok domestik," ujarnya.
Kampanye penggunaan produk lokal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Student Equipment Fair (INASTEF) 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) pada 6–9 Juli 2026.
Baca juga : KPK: OTT Kuansing Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Mengusung tema "Pakai Lokal, Tampil Total, Prestasi Maksimal", pameran diikuti 39 pelaku industri yang menampilkan beragam produk, mulai dari alat tulis, buku dan kertas, seragam sekolah, tas, sepatu, mainan edukatif, alat musik pendidikan, hingga furnitur sekolah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya