Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
RM.id Rakyat Merdeka - Kulit terlihat lebih kencang setelah treatment memang menyenangkan. Tapi, hasil sesaat bukan satu-satunya yang dicari.
Dalam perawatan estetika, proses yang berlangsung setelah treatment juga mulai menjadi perhatian. Salah satunya lewat teknologi radiofrekuensi (RF) yang bekerja dengan memberikan energi untuk membantu merangsang kolagen dan proses remodeling kulit.
Volnewmer, misalnya, menggunakan teknologi Advanced Monopolar RF 6,78 MHz. Efek perawatan tidak semata-mata dilihat dari perubahan yang muncul segera setelah treatment, tetapi juga dari proses biologis yang berlangsung secara bertahap.
“Yang menjadi nilai lebih dari Volnewmer adalah proses kolagenisasi yang tidak berhenti setelah treatment. Proses kolagenisasi tidak berhenti setelah treatment. Dari sisi klinis, proses remodeling kolagen dapat terus berkembang hingga sekitar satu tahun,” ujar Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi dan Estetika Achmad Yudha Pranata dari Klinik Rowawi dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Baca juga : Bantu Warga Krisis Air Bersih, Polres Ketapang Operasikan Mobile Water Treatment
Menurut Yudha, kondisi tersebut membuat evaluasi hasil perawatan perlu melihat periode yang lebih panjang.
Perubahan pada kekencangan dan kualitas kulit tidak selalu terjadi sekaligus pada hari treatment. Kebutuhan mengencangkan kulit juga semakin beragam. Selain faktor usia, perubahan berat badan yang signifikan dan kondisi setelah melahirkan dapat membuat kulit mengalami perubahan volume dan tampak lebih kendur.
"Dengan hasil yang dapat bertahan dalam jangka panjang, menurut saya Volnewmer menjadi treatment yang memberikan value yang sangat baik bagi pasien,” ujar Yudha.
Pada hasil klinis dengan periode follow-up hingga satu tahun setelah perawatan, perubahan pada tampilan kulit masih dapat diamati dibandingkan dengan kondisi sebelum treatment.
Baca juga : Ultherapy Prime: Teknologi Ultrasound Buat Kencangkan Kulit
Hal ini menunjukkan bahaya skin tighteting dapat menjadi bagian dari proses perawatan kulit yang berlangsung dalam jangka waktu lebih panjang, bukan hanya perubahan yang terlihat pada hari treatment dilakukan.
Bagi pasien, hal ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih perawatan estetika. Selain mempertimbangkan seberapa cepat hasil dapat terlihat, durasi dan keberlanjutan hasil menjadi faktor lain yang turut diperhatikan.
Yudha menambahkan, kebutuhan akan skin tightening sendiri tidak hanya berkaitan dengan proses penuaan. Perubahan berat badan yang signifikan maupun kondisi setelah melahirkan juga dapat menyebabkan perubahan volume tubuh yang membuat kulit terasa lebih kendur atau kehilangan kekencangannya.
Dalam kondisi tersebut, perawatan skin tightening dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperbaiki tampilan kekencangan kulit.
Baca juga : Tosca Clinic Hadirkan XERF, Solusi Lifting & Tightening Nyaman Pertama di Indonesia
Volnewmer dapat diaplikasikan pada area wajah maupun tubuh, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Pada akhirnya, perawatan skin tightening bukan hanya tentang mendapatkan tampilan kulit yang lebih kencang dalam waktu singkat.
Lebih dari itu, perhatian juga diberikan pada proses yang terjadi setelah treatment, termasuk bagaimana kulit dapat terus mengalami perubahan secara bertahap dan mempertahankan tampilan yang lebih kencang serta tampak lebih terawat seiring waktu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya