Dark/Light Mode

Alunan Musik Ki Ganjur Pererat Hubungan Mesra Indonesia-Uzbekistan

Minggu, 10 Mei 2026 21:48 WIB
Penampilan Ciamik Ki Ageng Ganjur dalam Festival Boysun Bakhori, Mei 2026 (Foto: KBRI Tashkent)
Penampilan Ciamik Ki Ageng Ganjur dalam Festival Boysun Bakhori, Mei 2026 (Foto: KBRI Tashkent)

Musim semi Uzbekistan di tahun 2026 ini dihiasi dengan roadshow grup musik tradisional Ki Ageng Ganjur di Tashkent, Samarkand dan Boysun. Kelompok musik asal Yogyakarta yang banyak dikenal dengan akulturasi musik gamelan Jawa dengan musik Barat dan Timur Tengah tersebut, secara khusus digandeng KBRI Tashkent untuk mengikuti festival Boysun Bakhori di Kota Boysun (1-3 Mei 2026), konser di University of Tourism and Cultural Heritage Samarkand (30 April 2026) dan konser di Uzbekistan State World Languages University di Tashkent (5 Mei 2026).

Tak hanya lagu Indonesia seperti Caping Gunung atau lantunan lagu Barat seperti Heal the World dan Sweet Child O'Mine, Ki Ageng Ganjur juga memikat minat para penikmat musik Uzbekistan dengan menampilkan lagu Uzbekistan, Chaykhona, dengan genre Jazz. Selain sambutan hangat ratusan penonton konser Uzbekistan, grup musik Ki Ageng Ganjur juga menerima penghargaan dari penyelenggara festival Boysun Festival atas dedikasi dan kontribusinya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kesenian tradisional di tingkat internasional. 

Baca juga : Danantara, Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Konser Ki Ageng Ganjur di Samarkand, 30 April 2026. Foto: KBRI Tashkent

Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, mengungkapkan bahwa pihaknya meyakini penampilan apik grup Ki Ageng Ganjur akan berperan signifikan pada upaya diplomasi Indonesia di negara Asia Tengah ini. "Musik adalah bahasa universal. Musik dapat dengan mudah menembus batas negara dan mempercepat pengenalan budaya nusantara pada masyarakat global, terutama masyarakat Uzbekistan" ujar Dubes Ruhaini. 

Baca juga : PBSI Apresiasi Perjuangan Tim Uber Indonesia Raih Perunggu

Dubes Ruhaini juga menegaskan, "diplomasi budaya berperan vital dalam strategi diplomasi di suatu negara. Apabila masyarakat Uzbekistan sudah jauh lebih mengenal budaya Nusantara, pintu bagi upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara baik di bidang politik ataupun ekonomi semakin terbuka lebar." 

Konser Ki Ageng Ganjur di Uzbekistan State World Languages University, Tashkent, 5 Mei 2026 (Foto: KBRI Tashkent) 

Baca juga : Perkuat Kepastian Hukum, Sarana Jaya Percepat Legalitas Hunian Menara Samawa

Dubes Ruhaini melihat bahwa partisipasi grup musik Ki Ageng Ganjur dalam festival Boysun Bakhori menjadi langkah strategis dalam penguatan citra budaya Nusantara di masyarakat internasional. Festival Boysun Bahori merupakan festival etno-budaya internasional tahunan yang telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai bagian dari 'Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan'. Festival yang digelar di wilayah Surkhandarya  tersebut menampilkan berbagai ragam olahraga tradisional, musik rakyat, tarian, dan kerajinan tangan dari Asia Tengah. 

Bharata
Bharata
Staf KBRI Tashkent

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.