Dark/Light Mode

Pembangunan Mulai Dikebut

Pulau Seribu Bakal Jadi Maladewa-nya Indonesia

Minggu, 20 Oktober 2024 06:50 WIB
Ilustrasi, Pulau Seribu. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi, Pulau Seribu. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong wilayah Kepulauan Seribu menjadi kawasan wisata seperti Maladewa. Eksotis, punya fasilitas mewah dan ramai dikunjungi wisatawan.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan, ekso­tisme Kepulauan Seribu tidak kalah dengan negara Kepulauan Maladewa. Lautnya jernih, pan­tai putih dan pesona bawah lautnya istimewa.

Di Maladewa, kekayaan alam ini dikelola dengan baik sehingga menjadi industri wisata. Dan ber­hasil menyumbang 40 persen dari sumber pendapatan negara yang terletak di samudera Hindia itu. Tahun ini Maladewa menargetkan pendapatan 440 juta dolar AS atau Rp 6,8 triliun. Warganya pun ikut sejahtera dampak bertumbuhnya industri wisata. Pada 2023, penda­patan perkapita warga Maladewa mencapai 14.500 dolar AS atau Rp 224 juta.

Baca juga : Cedera, Jorji Gagal Ke Final

“Kalau kita bisa lebih dari itu. Mestinya kita lebih banyak mendatangkan wisatawan,” jelas Khoirudin.

Sayangnya, Kepulauan Seribu belum dimanfaatkan dengan baik sampai sekarang ini. Awal tahun ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkapkan wilayah pesisir Ja­karta jadi wilayah dengan sebaran kemiskinan tertinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) lebih dari 25 persen kemiskinan di Jakarta terpusat pada wilayah-wilayah yang dekat dengan modal alam yang besar, seperti Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Data BPS mencatat, sejak Maret 2020 hingga Maret 2022, angka kemiskinan di DKI Ja­karta cenderung naik. Pada Maret 2020, angkanya 480,86 ribu orang atau 4,53 persen dari jumlah penduduk DKI, yakni 10,57 juta jiwa.

Baca juga : Prabowo Butuh Politik yang Tenang

Kemudian pada Maret 2021, naik menjadi 498,29 ribu orang, atau 4,72 dari jumlah penduduk DKI. Lalu, di 2022 angka kemiski­nan kembali naik, berjumlah 502,04 ribu orang, atau 4,69 persen dari jumlah penduduk ibu kota. Namun, Maret 2023 ang­kanya turun menjadi 4,44 persen.

Melihat kondisi ini, Khoirudin berharap kawasan pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu bisa dikembangkan menjadi tempat wisata sesuai Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta 2024-2044.

Politisi PKS ini juga meminta Pemprov DKI Jakarta menggenjot kunjungan wisatawan lokal mau­pun mancanegara. Apalagi Jakarta akan menjadi kota global.

Baca juga : Ditanya Soal Posisinya, Calon Menteri Masih Malu-malu

“Sebagai Kota Global, kan ditan­dai dengan kunjungan wisatawan. Kita baru 1,9 juta wisatawan. Padahal normalnya 4 juta kalau Kota Global,” imbuhnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, warga Kepulauan Seribu harus menjaga dan me­lestarikan ciri khas dan kebu­dayaan Jakarta. Karena itu, perlu pembinaan yang intensif kepada warga Pulau Seribu. Di antaranya dengan mencontoh masyarakat asli Bali.

“Sambil memperbaiki sarana dan prasarana di Kepulauan Seribu, kemudian bagaimana masyarakat berlaku sebagaimana layaknya tuan rumah seperti misalnya masyarakat Bali,” ujar Taufik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.