Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

7 Gempa Tektonik Guncang Sumba Barat NTT

Selasa, 22 Januari 2019 12:18 WIB
Lokasi gempa yang menggoyang Sumba Barat, NTT, Selasa (22/1). (Foto: BMKG)
Lokasi gempa yang menggoyang Sumba Barat, NTT, Selasa (22/1). (Foto: BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga berita ini diturunkan, 7 gempa tektonik menggoyang Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/1). Untuk diketahui, gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng plat tektonik.

Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan, akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut Bumi. Ini adalah jenis gempa yang paling sering dirasakan, terutama di Indonesia.

Berita Terkait : Lagi, Sumba Barat Diguncang Gempa

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram, gempa teranyar yang menggoyang Sumba Barat terjadi pada pukul 11.55 WIB.

Gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR) itu berlokasi di 10.27 LS 119,07 BT. Pusat gempa tersebut berada di laut, yang berjarak 77 km arah Barat Daya Sumba Barat. Gempa berada di kedalaman 10 km.

Berita Terkait : Kepulauan Sangihe Digoyang Gempa M5,2

Enam gempa sebelumnya terjadi pada pukul 11.28 WIB dengan kekuatan 3,7 SR; 08.56 WIB dengan kekuatan 5,2 SR; 08.11 WIB dengan kekuatan 4 SR; 07.57 WIB dengan kekuatan 4,9 SR. 07.08 WIB dengan kekuatan 5,2 SR; 06.59 WIB dengan kekuatan 6,2 SR.

Dalam keterangan resminya, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto menjelaskan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan,  gempa bumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (thrust fault).

Berita Terkait : Kota Sabang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan laporan masyarakat, dirasakan di daerah Tambolaka IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), Waingapu, Sumbawa dan Bima III MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Agus. [HES]