Dark/Light Mode

260 Ribu Warga DKI Alami Masalah Kejiwaan

Program Hadirkan Psikolog Di Puskesmas Dikebut Dong

Minggu, 12 Oktober 2025 06:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Foto: Instagram/si.rano)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Foto: Instagram/si.rano)

 Sebelumnya 
Dia bilang, Komisi E mendorong agar program layanan kesehatan terus dikembangkan. Termasuk, layanan kesehatan mental digital JakCare. Sehingga, masyarakat dapat mengakses konsultasi psikologis secara gratis, aman, dan tersedia selama 24 jam melalui sambungan telepon. 

Komisi E juga akan terus mengawal layanan kesehatan, agar program tersebut tak sekadar di atas kertas. “Tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama mereka yang paling rentan, dan membutuhkan dukungan psikologis,” tandasnya. 

JakCare Berjalan 

Pemprov DKI menyampaikan bahwa layanan konseling kesehatan mental secara online melalui JakCare, berjalan. Layanan ini bahkan dimanfaatkan masyarakat dari luar daerah. 

“JakCare bukan hanya penduduk DKI yang mengakses, tetapi juga warga dari Sumatra hingga Sulawesi. Kapasitas kami masih besar, artinya semua bisa mengakses,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni. 

Baca juga : Pramono Bicara Cukup 1 Periode

Dia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Layanan JakCare dirancang untuk memberikan bantuan awal bagi individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa tanpa perlu datang langsung ke Puskesmas atau rumah sakit. 

Masyarakat dapat mengaksesnya secara gratis melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini), atau dengan menghubungi 0800-1500119. “Setiap pengguna akan langsung terhubung dengan psikolog klinis. Mereka akan menapis kondisi mental individu, termasuk mendeteksi adanya kecenderungan bunuh diri,” jelas Sri. 

Dalam satu hari, terdapat sembilan psikolog klinis yang siap memberikan layanan konseling kepada masyarakat. Jika ditemukan pengguna dengan risiko tinggi atau kecenderungan bunuh diri, tim dari Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) segera menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi berdasarkan data GPS yang terekam dari perangkat telepon. 

Selain layanan darurat, pengguna juga dapat melanjutkan sesi konseling ke fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan akan membantu melakukan pendaftaran ke fasilitas terkait untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Berdasarkan data hingga Mei 2025, rata-rata layanan JakCare diakses setelah pukul 14.00 WIB, dengan jumlah delapan hingga 10 penelepon per hari. 

Baca juga : Dana Transfer Dipotong Pusat: Kepala Daerah Harus Kreatif, Jangan Cuma Ngomel-ngomel

Studi yang dilakukan oleh Health Collaborative Center (HCC) dan Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) pada Desember 2024 mencatat, 34 persen pelajar SMA Jakarta memiliki gejala gangguan mental. 

Studi yang melibatkan 741 pelajar dan 97 guru di Jakarta ini, menemukan bahwa 3 dari 10 pelajar menunjukkan perilaku marah yang cenderung membuat mereka berkelahi karena gangguan mental dan emosional. 

Ketua tim peneliti HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi menuturkan, kondisi ini menunjukkan remaja di kota besar seperti Jakarta, berisiko mengalami gangguan mental. “Ini merupakan risiko yang harus dianalisis lebih mendalam,” ujar Ray. 

Masalah kesehatan mental remaja ini umumnya disebabkan oleh konflik dengan teman sebaya (26 persen), telah memiliki gangguan emosional seperti kekhawatiran berlebih (23 persen) dan hiperaktif yang mengganggu konsentrasi (29 persen). 

Baca juga : Minat Baca Anak-Anak Indonesia Makin Tinggi

Angka prevalensi ini, lanjut Ray, jauh melampaui penelitian-penelitian sebelumnya. “Review ini dilakukan dengan standar kaidah ilmiah. Kami pakai sampling tiga sekolah. Ada Jakarta Selatan, Utara, dan Timur. Tiga ini mewakili kondisi remaja yang ada di Jakarta,” ucap Ray. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.