Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Cuaca Ekstrem Hingga Februari 2026
DKI Akan Keruk Sungai Dan Siagakan Pasukan Pelangi
Minggu, 16 November 2025 06:25 WIB
Sebelumnya
Kesiapsiagaan, menurut Pram, bukan hanya soal alat dan logistik, tapi juga komitmen dan kerja kolaboratif. "Karena itu, saya juga meminta agar seluruh jajaran memastikan, semua pompa dan pintu air berfungsi optimal,” kata Pram saat memimpin Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Jaga Jakarta, dalam menghadap musim hujan akhir 2025–awal 2026, Selasa (4/11/2025).
Pram menyatakan, seluruh perangkat Pemprov bersiap sejak dini untuk mengantisipasi potensi tersebut, agar penanganan banjir tidak terlambat. “Secara umum, penanganan banjir di Jakarta sudah baik, meskipun masih ada beberapa titik tanggul yang perlu perhatian,” ucap Pram.
Tidak hanya diikuti jajaran Pemprov DKI, kegiatan yang digelar di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan ini, juga melibatkan unsur TNI dan Polri.
Baca juga : KPK Sita Sepeda, Jam Tangan Dan Mobil Mewah
Pram menjelaskan, seluruh pompa air, baik stasioner maupun mobile, telah siap dioperasikan dengan dukungan TNI Angkatan Laut (AL) dan Polda Metro Jaya. Pompa mobile dan pompa stasioner ini, disiagakan di berbagai titik rawan banjir.
Sebagai tindak lanjut, apel kesiapsiagaan serupa digelar di seluruh wilayah administrasi Jakarta, yaitu: Jakarta Timur pada 8 November 2025; Jakart Utarapada 10 November 2025; Jakarta Pusat dan Barat pada 11 November 2025; serta Kepulauan Seribu pada 12 November 2025.
Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah juga mendukung langkah Pemprov DKI kembali menggencarkan pengerukan kali. Menurutnya, upaya ini menjadi bagian penting dalam mitigasi banjir di Ibu Kota.
Baca juga : Italia Vs Norwegia, Misi Harga Diri
“Sejak awal Pak Pram dan Bang Rano dilantik, mereka langsung memerintahkan tim transisi untuk melakukan pengerukan dengan alat yang ada. Karena anggaran 2025 sudah diketok, langkah paling cepat dan efisien adalah melanjutkan pengerukan secara berkala,” kata Ima, Rabu (5/11/2025).
Ima menjelaskan, Pemprov DKI saat ini mengoperasikan sekitar 250 alat berat untuk pengerukan di seluruh wilayah Jakarta. Setiap alat telah dipasangi GPS, agar kinerjanya dapat dipantau secara transparan. “Jangan sampai alat sudah dibeli, tapi tidak digunakan,” ingatnya.
Selain pengerukan, Ima menilai, masih banyak wilayah yang belum memiliki saluran air memadai, sehingga perlu percepatan pembangunan. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya