Dark/Light Mode

Antisipasi Hujan Ekstrem dan Banjir, Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca

Selasa, 6 Januari 2026 16:12 WIB
Jakarta saat kendisi cuaca cerah. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Jakarta saat kendisi cuaca cerah. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara rutin memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem. 

“Jadi Pemerintah DKI Jakarta day by day selalu memonitor info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026). 

Menurut Pramono, langkah ini menjadi kunci utama dalam penanganan banjir di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan tindakan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.

Baca juga : Tak Hanya Di Sumatera, Banjir Terjadi Di Mana-mana...

“Sebenarnya kemarin beberapa kali curah hujan itu tinggi sekali, tetapi kami melakukan modifikasi cuaca, pompa kita siapkan, begitu hujan, Jakarta enggak sampai satu jam sudah kering kembali," jelas Pramono. 

Dia menambahkan, pengalaman tersebut menjadi dasar untuk terus mengambil langkah serupa ke depannya. Ia memastikan bahwa modifikasi cuaca akan kembali dilakukan apabila kondisi memang mengharuskannya.

"Jadi pengalaman-pengalaman seperti inilah yang kami lakukan dan mudah-mudahan kalau memang masih ada modifikasi cuaca yang harus dilakukan, kami akan lakukan," katanya. 

Baca juga : Bantu Korban Banjir, FKMPI Salurkan Bantuan di Batu Busuk Padang

Selain curah hujan, Pramono juga menyinggung fenomena rob atau pasang air laut yang sempat meningkat beberapa hari lalu. Namun, kesiapan infrastruktur pompa air dinilai mampu mengatasi potensi genangan akibat rob tersebut.

“Karena memang apa pun, seperti dua-tiga hari yang lalu sebenarnya rob-nya juga naik," lanjut Pramono. 

Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini mengoperasikan total 1.200 unit pompa air yang terdiri dari pompa stasioner dan pompa mobile. 

Baca juga : Malam Tahun Baru, Penumpang Whoosh Diprediksi Naik 25 Persen

"Tapi karena pompanya lebih siap, sekarang ada 1.200 pompa—600 stasioner, 600 mobile—itulah yang kita gunakan untuk mengatasi tindakan preventif kalau terjadi air sedang banjir atau apa pun," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.