Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Percepatan pembangunan infrastruktur perpipaan yang dilakukan Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) dibarengi dengan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh mitra kerja diminta tidak menganggap K3 sekadar formalitas.
Direktur Strategi dan Bisnis PAM Jqya, Anugrah Esa, menegaskan, berbagai kejadian yang pernah terjadi di lapangan harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Kepedulian dan disiplin dalam menerapkan K3 harus menjadi budaya bersama.
“Penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten demi melindungi pekerja, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Esa melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Penegasan itu disampaikan dalam Sosialisasi dan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar PAM Jaya. Kegiatan tersebut dihadiri Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Marsudi, jajaran direksi PAM Jaya, serta perusahaan mitra yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional.
Menurut Esa, tantangan pekerjaan di lapangan semakin besar. PAM Jaya tengah mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengejar target cakupan layanan perpipaan 100 persen pada 2029.
Baca juga : Pramono Target Persija Juara Jadi Kado HUT 500 Tahun Jakarta
Di sisi lain, sebagian jaringan pipa yang ada saat ini telah berusia lebih dari satu abad. Kondisi tersebut membuat setiap pekerjaan di lapangan membutuhkan perhatian ekstra, terutama dari sisi keselamatan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapat sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan pekerja. PAM Jaya memastikan tenaga kerja yang beraktivitas di lapangan mendapatkan jaminan perlindungan ketika menghadapi risiko pekerjaan.
Direktur Teknik PAM Jaya Akhmad Santika menambahkan, PAM Jaya dalam beberapa tahun ke depan akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru. Jaringan tersebut akan melengkapi jaringan perpipaan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer.
Besarnya proyek pembangunan tersebut, kata Santika, harus diimbangi dengan pengawasan K3 yang semakin ketat.
“Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif. Karena itu, implementasi SOP K3 harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan,” ujarnya.
Baca juga : Bank Jakarta-Persija: Dari Sponsorship Menuju Strategic Partnership
Santika mengatakan, PAM Jaya juga tengah menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan. Sistem tersebut dibuat untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh mitra kerja.
Selain itu, identitas mitra nantinya akan dicantumkan pada standar PPDU maupun barrier di setiap lokasi pekerjaan. Langkah ini dilakukan agar pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan di lapangan dapat diketahui dengan jelas.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh mitra harus memiliki kepedulian yang sama terhadap penerapan K3 tanpa terkecuali,” tegasnya.
Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Marsudi mengingatkan seluruh mitra kerja agar tidak main-main dengan keselamatan. Menurut dia, perusahaan yang bekerja bersama PAM Jaya juga ikut memikul tanggung jawab dalam menjaga kepentingan pelanggan.
“Oleh sebab itu, setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara aman, tertib, bertanggung jawab, serta mengedepankan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang telah ditetapkan,” kata Prasetyo.
Baca juga : Layanan Bank Jakarta Siap Dukung Ekosistem Persija
Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh perusahaan mitra. Penandatanganan menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja dalam setiap proyek PAM Jaya.
Dengan pembangunan jaringan yang semakin masif, PAM Jaya memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat tidak boleh menjadi korban kejar target.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya