Dark/Light Mode

Pasca Kenaikan Tarif Tiket Ragunan Direstui Dewan

Fasilitas Harus Dipermak, Dokter Hewan Ditambah

Selasa, 8 September 2026 06:25 WIB
Pengunjung melihat Gajah saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)
Pengunjung melihat Gajah saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung rencana menaikkan tiket Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Namun, kenaikan tarif harus diikuti dengan perbaikan fasilitas dan layanan tempat wisata tersebut.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan, kenaikan tarif diperlukan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan TMR.

“Tarif Ragunan sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” ujar Dimaz, Jumat (4/9/2026).

Baca juga : London Masih Merah

Saat ini, tarif masuk Ragunan Rp 4.000 untuk orang dewasa. Rp 3.000 untuk anak-anak. Rencananya, tarif TMR dinaikkan menjadi Rp 10.000. “Tetapi, angkanya masih kami kaji,” lanjut Dimaz.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth setuju dengan rencana tersebut. Ia menilai, kenaikan tarif diperlukan, agar pengelola TMR memiliki anggaran untuk membenahi sarana dan prasarana kebun binatang ini.

Salah satu hal yang bisa ditingkatkan dari penyesuaian tarif adalah tingkat keamanan kandang. Masalah keamanan kandang semakin disorot, karena pada Mei 2026, seorang anak terjatuh ke kandang gajah. “Peristiwa itu menjadi catatan yang perlu dievaluasi, agar standar keamanan TMR lebih baik,” tegasnya.

Baca juga : Sikat Rekan Senegaranya, Diaspora Muda Berjaya Di China Masters 2026

Selain untuk meningkatkan fasilitas, penyesuaian tarif juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan TMR terhadap subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Kenneth menjelaskan, biaya operasional TMR masih banyak ditanggung APBD. Dengan adanya peningkatan pendapatan dari tiket masuk, TMR diharapkan secara bertahap menuju kemandirian, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Dengan demikian, efisiensi APBD bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” ungkapnya.

Baca juga : Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik, Keluar Rumah Pakai Masker

Dia pun mengingatkan, tambahan pendapatan dari penyesuaian tiket, harus benar-benar dikembalikan untuk meningkatkan kualitas TMR. Yakni, dialokasikan pada aspek-aspek vital, seperti perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pemuliaan satwa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.