Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Pinjamkan Ramon Tanque ke Klub India Chennaiyin FC
- Dihajar Impor China Dan Logistik Mahal, Industri Plastik RI Terseok-seok
- Kejagung: Pengembalian Uang Tak Hentikan Proses Hukum Kasus Korupsi Nikel
- Yusril Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Pemerintah Terus Verifikasi
- KAI Expo 2026, KCIC Tebar Diskon Tiket Whoosh hingga Lucky Draw
Cerita Pedagang Kramat Jati Rasakan Manfaat Pembiayaan Bank Jakarta
Selasa, 1 September 2026 17:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta memberikan akses modal bagi pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mengembangkan usaha.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah yang mengaku keuntungan usahanya meningkat hingga empat kali lipat setelah memperoleh pembiayaan.
Rosmani telah menekuni perdagangan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati sejak 2015. Dalam mengembangkan usahanya, ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp 108 juta.
"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," ujar Rosmani dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Rosmani berharap program pembiayaan yang diberikan Bank Jakarta dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar. Menurutnya, akses permodalan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usaha.
Baca juga : Bersama UMKM, Kredit BRI Capai Rp1.235 Triliun Dongkrak Ekonomi Kerakyatan
"Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pedagang. Harapannya bisa terus berlanjut," katanya.
Manfaat program pembiayaan juga dirasakan Ika Tiara, pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati. Ika mengaku telah beberapa kali memperoleh fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta.
Pada tahap sebelumnya, Ika memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta. Sementara pembiayaan terakhir yang diterimanya mencapai Rp400 juta.
Berbeda dengan Rosmani yang menggunakan pembiayaan untuk memperbesar perputaran perdagangan, Ika memanfaatkan sebagian dana tersebut untuk membayar sewa kios dalam jangka panjang. Dana itu digunakan untuk biaya sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
Menurut Ika, kepastian tempat berdagang menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Dengan dukungan pembiayaan tersebut, ia dapat lebih fokus menjalankan dan mengembangkan usaha sembakonya.
Baca juga : Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 UMKM Daftar Pertamina UMK Academy 2026
"Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha," ujar Ika.
Ika menuturkan, usaha sembako yang dijalankannya terus mengalami peningkatan setelah memperoleh dukungan pembiayaan dari Bank Jakarta. Kemudahan akses modal dinilai memberikan ruang bagi pedagang untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan skala usaha.
"Sebelumnya saya sudah mendapat pembiayaan Rp 500 juta, kemudian terakhir Rp 400 juta. Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta," tuturnya.
Program pembiayaan tersebut turut mendapat perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ia menyaksikan langsung penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pembiayaan tersebut diberikan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
Baca juga : Bank Jakarta Sabet Best CMO Awards 2026 Dorong Inovasi dan Digitalisasi
"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano Karno.
Rano Karno optimistis dukungan permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati. Dengan tambahan akses modal, pedagang diharapkan dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan.
Rano Karno menjelaskan, dari lebih dari 5.000 pelaku usaha yang berada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan kepada 167 pedagang. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp 48 miliar.
Ia berharap kegiatan akad kredit massal tersebut dapat menarik lebih banyak pedagang Pasar Induk Kramat Jati untuk memanfaatkan program pembiayaan UMKM dari Bank Jakarta.
"Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya