Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditemukan 40 Ribu Kasus Di Jakarta
Lawan TBC, Edukasi Dan Kampung Siaga Diperluas
Rabu, 21 Oktober 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menemukan sekitar 40 ribu kasus tuberkulosis/tuberculosis (TBC) sepanjang Januari-Oktober 2026. Mengatasi masalah itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong memperluas Kampung Siaga TBC untuk memperkuat edukasi, pencegahan, dan keterlibatan masyarakat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan mengingatkan, upaya penanganan TBC perlu dibarengi dengan penguatan lingkungan sehat dan keterlibatan masyarakat.
Salah satunya, menurut August, melalui pengembangan atau perluasan Kampung Siaga TBC di berbagai wilayah Jakarta.
“Kita masih harus menciptakan ruang hidup yang sehat bagi warga. Salah satunya, membentuk Kampung Siaga TB di semua wilayah, dengan kader-kader yang dapat membantu sosialisasi pola hidup sehat dan membangun fasilitas-fasilitas penting seperti pojok dahak,” kata August, Minggu (18/10/2026).
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) DPRD DKI ini, juga mendorong perusahaan, baik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta, ikut mendukung upaya tersebut.
Baca juga : Bayern Munchen Vs Arsenal, Redam Meriam London Menyalak
Menurut dia, dana CSR dapat diarahkan untuk membantu penyediaan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pojok dahak. Fasilitas ini, diharapkan menjadi tempat yang lebih aman dan bersih bagi warga untuk membuang dahak, sehingga tidak sembarangan.
August menyampaikan hal tersebut setelah meninjau pelaksanaan KSTB di RT 9, RW 5, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan.
Dia mengapresiasi peran para kader yang menjalankan program tersebut. “Ini sudah dilakukan dengan baik dan serius oleh para kader KSTB Pela Mampang. Saya melihat pelaksanaannya,” ujar August.
August menilai, keberadaan pojok dahak di lokasi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mencegah penularan TBC.
Sebagai informasi, penyebab TBC adalah Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru. Gejala utamanya adalah batuk berdahak atau berdarah yang berlangsung lebih dari dua minggu. Penularannya melalui udara, lewat percikan ludah saat penderita berbicara, batuk atau bersin.
Baca juga : Gagal Masuk Tim Utama, David Alonso Tetap Disokong Honda
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya telah menemukan sekitar 40 ribu kasus TBC dari target penemuan 68 ribu kasus.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada September 2026, Jakarta termasuk lima provinsi dengan kasus TBC tinggi. Berada di peringkat kedua setelah Bangka Belitung.
Ani menjelaskan, Pemprov DKI terus memperkuat penemuan kasus melalui berbagai upaya. Salah satunya, mengintegrasikan penelusuran TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan karena stigma terhadap TBC masih menjadi tantangan. Sebagian masyarakat masih menolak ketika petugas melakukan penelusuran kasus.
“Jadi, masyarakat datang sebenarnya untuk CKG. Namun, dalam waktu yang bersamaan, kami melakukan penelusuran terhadap kemungkinan kasus TBC,” kata Ani di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Baca juga : Baluran Bergemuruh, TNI & ADF Unjuk Kekuatan Tempur
Selain menemukan kasus, Dinkes DKI juga menggencarkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada anggota keluarga dan orang yang berkontak dengan pasien TBC.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus RT dan RW, camat, serta lurah agar masyarakat bersedia mengikuti pencegahan.
Ani mengatakan, capaian penemuan kasus, investigasi kontak, dan pemberian TPT menunjukkan peningkatan. Pihaknya menargetkan berbagai sasaran program penanganan TBC dari Pemerintah Pusat dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Dengan penguatan deteksi dini, pencegahan, edukasi masyarakat, serta dukungan fasilitas melalui kolaborasi Pemerintah dan perusahaan, upaya pengendalian TB di Jakarta diharapkan semakin efektif. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya