Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Pramono Resmikan Puskesmas Taman Sari, Terbuka untuk Pasien Non-KTP DKI
Senin, 26 Oktober 2026 15:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meresmikan Puskesmas Taman Sari di Jakarta Barat, Senin (26/10/2026). Peresmian ini dilakukan sebagai langkah nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Puskesmas ini berdiri di atas lahan seluas 976 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 2.725 meter persegi. Fasilitas kesehatan modern ini dirancang untuk melayani hingga 124.500 jiwa, dengan perkiraan rata-rata kunjungan mencapai 500 pasien per hari. Keberadaan puskesmas ini didukung oleh jaringan 5 puskesmas pembantu serta 63 posyandu di wilayah sekitarnya.
Baca juga : Pramono Bakal Bertemu Menkeu Bahas Penerbitan Obligasi Jakarta
Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan pentingnya keberadaan puskesmas ini di tengah kawasan padat penduduk. Puskesmas Taman Sari menyediakan berbagai layanan kesehatan menyeluruh, khususnya bagi ibu hamil dan balita.
"Hampir semua layanan diberikan termasuk untuk ibu hamil, bahkan untuk ibu hamil bisa rawat di sini. Juga untuk anak-anak balita, kemudian mulai dari balita baru lahir, pijat, dan sebagainya. Termasuk sebelum lahir ada juga kelas untuk senam kehamilan," ujar Pramono.
Terbuka untuk Pasien Non-KTP Jakarta
Baca juga : Pramono: JRF 2026 dan Konser Ye Hasilkan Efek Ekonomi Rp 625 Miliar
Selain meresmikan gedung baru, kunjungan Gubernur DKI Jakarta ini bertujuan untuk mengecek langsung implementasi kebijakan di lapangan. Pramono memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Taman Sari bersifat inklusif dan tidak membatasi warga berdasarkan status kependudukan.
"Saya tanyakan juga bagaimana antisipasi kita terhadap bagi masyarakat yang tidak mempunyai KTP Jakarta? Tetap diterima," tegasnya.
Baca juga : Pemprov DKI Tata JPO di Jakarta, Sejumlah Pekerjaan Dimulai Awal 2027
Pramono menambahkan bahwa kunjungan langsung ini penting untuk memastikan respons petugas di lapangan berjalan sesuai arahan. "Salah satu hal yang utama dalam kunjungan saya pada pagi hari ini adalah untuk melakukan pengecekan hal-hal yang bersifat dengan apa yang kami gariskan, apakah kemudian respons di bawah itu bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.
Meskipun pasien tanpa KTP Jakarta tetap dilayani, masyarakat diimbau untuk tetap mengonfirmasi persyaratan administrasi, cakupan layanan, serta ketentuan pembiayaan yang berlaku kepada pihak puskesmas atau Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya