Dark/Light Mode

Cakupan Air Perpipaan Capai 83,27 Persen, Penurunan Muka Tanah Mulai Berkurang

Sabtu, 31 Oktober 2026 14:42 WIB
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026) malam. (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin saat memberikan keterangan kepada media di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026) malam. (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Jakarta menekan laju penurunan muka tanah (land subsidence) mulai menunjukkan hasil positif.

Perluasan layanan air perpipaan yang dilakukan PT PAM Jaya (Perseroda) dinilai turut membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, indikasi perbaikan tersebut terlihat dalam hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.

Berdasarkan penelitian itu, wilayah yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai berkurang.

Pada peta penelitian, area berwarna hijau di Jakarta Selatan terlihat semakin meluas. Sebaliknya, area berwarna merah di Jakarta Utara yang menggambarkan penurunan muka tanah semakin menyusut.

Arief menilai, perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat.

Baca juga : PAM Jaya Raih Predikat AA Tata Kelola Kearsipan Perkuat Akuntabilitas Perusahaan

Semakin luas akses air bersih melalui jaringan pipa, diharapkan semakin berkurang pula ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah.

“Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan,” kata Arief saat memaparkan hasil penelitian tersebut di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026) malam.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan jaringan air perpipaan bukan hanya berperan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Lebih dari itu, layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi lingkungan Jakarta.

Arief mengapresiasi dukungan dan sinergi jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Ibu Kota.

“Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset,” ujarnya.

Baca juga : Pramono Targetkan Bank Jakarta dan PAM Jaya IPO, Pemprov DKI Tetap Mayoritas

Arief menambahkan, hasil penelitian Badan Geologi tersebut juga telah disampaikannya kepada Gubernur DKI Jakarta. Temuan itu menjadi penyemangat bagi PAM Jaya untuk terus memperluas cakupan pelayanan dan meningkatkan kapasitas distribusi air bersih.

Kejar Target 100 Persen pada 2029

Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa.

Cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PAM Jaya memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS).

Layanan tersebut didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer. Meski capaian terus meningkat, PAM Jaya masih memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan target cakupan pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.

Dalam target tersebut, perusahaan membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS.

Panjang jaringan pipa juga ditargetkan bertambah menjadi 16.234 kilometer, dengan dukungan 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Baca juga : GCG Naik, Tata Kelola PAM Jaya Makin Moncer

Arief menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja berkelanjutan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Sebab, peningkatan layanan air perpipaan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta.

Dia pun mengingatkan seluruh jajaran PAM Jaya agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih.

Hasil positif penelitian Badan Geologi harus menjadi motivasi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Jadikan pujian itu sebagai sesuatu untuk mencambuk lagi bahwasannya kita masih terus banyak bekerja untuk menyelesaikan target-target ini,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.