Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Waduk Jatiluhur Surut Akibat Kemarau
Cadangan Air DKI Masih Aman Hingga Akhir 2026
Sabtu, 5 September 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Air Waduk Jatiluhur sebagai sumber utama pemasok air baku untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta, mulai mengalami penyusutan. Kabar menenangkannya, cadangan air dari waduk tersebut masih aman hingga akhir tahun.
Kemarau mulai menguji ketahanan pasokan air bersih untuk Jakarta. Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, menjadi salah satu titik yang terus dipantau ketat. Maklum, sekitar 82 persen kebutuhan air baku Jakarta masih bergantung pada waduk yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) II tersebut.
Untuk memastikan “keran” Jakarta tetap mengalir, para pimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya turun langsung mengecek kondisi Waduk Jatiluhur, Senin (31/8/2026).
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin bersama jajaran PJT II melihat langsung kondisi tinggi muka air (TMA), sekaligus membahas langkah mitigasi menghadapi musim kering.
Baca juga : Kenangan Buruk Si Ular
Hasilnya cukup melegakan. TMA memang turun, tetapi pasokan air baku untuk Jakarta masih dalam kondisi aman. “Walaupun tetap waspada, karena saat ini penurunan MDPL (meter di atas permukaan laut) di angka 96,3,” kata Arief saat meninjau Waduk Jatiluhur.
Arief mengatakan, ketergantungan Jakarta terhadap Jatiluhur, membuat kondisi waduk menjadi perhatian utama. PAM Jaya tidak ingin menunggu kondisi air memburuk sebelum bertindak.
Karena itu, hasil diskusi dengan PJT II langsung dibarengi dengan pembahasan berbagai skenario mitigasi.
Di tengah kemarau, pengelolaan Jatiluhur bukan perkara sederhana. Air waduk harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, termasuk irigasi pertanian, air baku perusahaan daerah air minum, industri, dan lainnya.
Baca juga : Debut Peringkat 1 Dunia, Jojo Ditekuk Diaspora Muda
Kebutuhan irigasi menjadi perhatian penting, karena berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Karena itu, PAM Jaya harus memastikan kebutuhan Jakarta tetap aman tanpa mengabaikan kebutuhan sektor lainnya.
Direktur Pengembangan Usaha PJT II Dikdik Permadi Yoffana memastikan, ketersediaan air Jatiluhur masih mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
PJT II tetap melakukan evaluasi secara berkala. Update kondisi waduk diperbarui setiap dua minggu untuk mengantisipasi perubahan debit air dan kebutuhan di lapangan. “Untuk memitigasi yang dikhawatirkan Pak Dirut,” ujarnya.
General Manager Wilayah IV PJT II Anom Soal Herudjito membeberkan kondisi Waduk Jatiluhur secara lebih rinci. Saat ini, TMA berada di sekitar 96,33 MDPL. Posisi tersebut sekitar 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah.
Baca juga : AS-Indonesia Perangi Kejahatan Lintas Negara
Namun, level tersebut masih jauh di atas batas bawah operasi waduk yang berada di 87,5 MDPL. “Jadi, cadangan air kita saat ini masih 11 meter ke bawah,” jelas Anom.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya