Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sidang Gus Yaqut, Saksi Ceritakan Evaluasi Pelayanan Haji 2024
- KPK Lantik 7 Pejabat, Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
- Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
- Gunung Semeru 6 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
- Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Pendaftaran 5-10 November 2026
Atasi 9.000 Ton Sampah Harian, Pramono Siapkan Pembangunan 2-3 PLTSa di Jakarta
Selasa, 3 November 2026 16:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa volume sampah di Ibu Kota mencapai sekitar 9.000 ton setiap hari. Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan percepatan pembangunan dua hingga tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Rencana strategis pengolahan sampah menjadi energi listrik ini disampaikan Pramono saat menghadiri pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2026).
“Salah satu pekerjaan rumah (PR) besar bagi Jakarta yang mudah-mudahan di era ini segera bisa diselesaikan adalah persoalan sampah,” ujar Pramono.
Baca juga : Gubernur Pramono Minta Maaf Pencairan KJMU Terlambat
Menurutnya, tingginya volume sampah harian menuntut langkah penanganan yang lebih serius dan terencana. Karena itu, Pemprov DKI bergegas merealisasikannya dengan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109.
“Jakarta setiap hari memproduksi 9.000 ton sampah. Berdasarkan perpres yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada dua atau tiga PLTSa yang segera dibangun,” jelasnya.
Pramono merinci, rencana pembangunan dua hingga tiga PLTSa tersebut diproyeksikan mampu menyerap pasokan sampah sekitar 7.000 ton per hari.
Baca juga : Pramono Tegaskan JIS Kandang Persija, Konser Dibatasi
"Jika itu dilakukan, neraca sampah di Jakarta akan menjadi seimbang (balance) karena dapat menyerap sekitar 7.000 ton," tambahnya.
Selain membangun PLTSa, Pemprov DKI Jakarta turut mengoptimalkan berbagai program pengelolaan sampah lainnya. Langkah tersebut mencakup pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan,penggalakan pemilahan sampah dari sumber, hingga program TPR 3S.
“Kami juga mengandalkan RDF Rorotan, kegiatan pilah sampah, serta program TPR 3S yang sedang digalakkan. Mudah-mudahan seluruh upaya ini bisa segera menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya