Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
USNI Gelar Seminar Internasional, Bedah BRICS Hingga Diplomasi Kopi
Minggu, 27 April 2025 13:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP USNI) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk Navigating Global Complexity: Diplomacy, Discourse, and Justice in Today’s World pada Sabtu (26/4), di Auditorium Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FISIP USNI dalam memperkuat peran institusi pendidikan tinggi sebagai ruang dialog lintas budaya dan diplomasi akademik, sekaligus memperluas jejaring global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pemikiran kritis.
Seminar ini menghadirkan narasumber terkemuka dari tingkat nasional dan internasional, yaitu Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov; Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol Awang, pakar hukum dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia; dan Dr. Sihar Sitorus, Rektor Universitas Satya Negara Indonesia. Ketiganya menyampaikan perspektif multidisipliner mengenai isu-isu global kontemporer serta menyoroti pentingnya diplomasi, diskursus kritis, dan keadilan sosial dalam merespons tantangan dunia yang terus berubah.
Pemilihan tema Navigating Global Complexity: Diplomacy, Discourse, and Justice in Today’s World dilatarbelakangi oleh meningkatnya interkonektivitas global serta tantangan lintas batas negara yang semakin kompleks. Isu-isu seperti ketimpangan ekonomi, krisis iklim, disrupsi teknologi, konflik geopolitik, dan ancaman keamanan nontradisional menuntut adanya pendekatan diplomatik yang lebih fleksibel, inklusif, dan berkelanjutan. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menggali solusi atas berbagai persoalan tersebut melalui sudut pandang akademik dan praktik diplomasi nyata.
Baca juga : Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target Kinerja di Triwulan Pertama 2025
Dalam pemaparannya, Duta Besar Sergei Gennadievich Tolchenov menyoroti pentingnya peran kolektif BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) dalam menyeimbangkan tatanan dunia yang selama ini didominasi kekuatan-kekuatan tertentu. Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama BRICS terletak pada prinsip-prinsip panduan yang melandasi kerja samanya, yaitu saling menghormati, saling pengertian, penghormatan terhadap kedaulatan, solidaritas, keterbukaan, inklusivitas, dan konsensus.
“BRICS memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di kawasan Global South. BRICS memiliki peran yang signifikan dalam membentuk tata kelola global yang lebih adil, partisipatif, dan demokratis,” tegas Dubes Tolchenov.
Ia juga memaparkan tiga pilar utama kerja sama BRICS, yaitu kebijakan dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta budaya dan kemanusiaan. Kerja sama dalam bidang kebijakan dan keamanan berkomitmen untuk menciptakan dunia multipolar yang damai, adil, dan demokratis.
Kerja sama ekonomi dan keuangan mendukung pembangunan ekonomi yang adil, inklusif, terbuka, dan berkelanjutan. Pertukaran budaya dan kerja sama kemanusiaan mencakup kolaborasi dalam seni, olahraga, film, pendidikan, serta program pertukaran budaya dan akademik antarlembaga pendidikan tinggi.
Baca juga : Kilang Pertamina Internasional Beri Ruang Setara Bagi Pekerja Perempuan
Rektor USNI, Dr. Sihar Sitorus, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya bahwa kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia dapat mempererat hubungan kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi dan riset ilmiah.
“Melalui kerja sama pendidikan, kita berharap semakin banyak universitas di Indonesia menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi Rusia yang unggul dalam bidang sains dan teknologi. Kemitraan ini akan membuka peluang untuk riset bersama, program pertukaran budaya, dan pelatihan lintas negara yang memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda dalam menghadapi tantangan global,” jelas Dr. Sihar.
Seminar internasional ini juga menjadi wadah penting bagi keterlibatan mahasiswa dalam diskursus global. Dalam sesi khusus, mahasiswa dari FISIP USNI dan Fakultas Hukum dan Hubungan Antarbangsa Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, turut menyampaikan presentasi karya ilmiah mereka yang mengangkat isu-isu strategis dan aktual.
Topik yang diangkat meliputi dinamika sejarah dalam hubungan Tiongkok dan Jepang, strategi kerja sama keamanan maritim Indonesia, hingga penggunaan kopi sebagai instrumen gastrodiplomasi di Malaysia.
Baca juga : Nego Tarif Impor, Indonesia Tambah Pembelian Energi Hingga Gandum Dari AS
Pradono Budi Saputro, Ketua Program Studi Hubungan Internasional USNI, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional seperti ini bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan global, membangun kapasitas berpikir kritis, serta mendorong kontribusi nyata generasi muda dalam menyuarakan ide-ide segar yang relevan dengan konteks internasional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam menyuarakan perspektif Indonesia dan kawasan Global South dalam upaya menciptakan dunia yang lebih adil dan damai,” ujarnya.
Dekan FISIP USNI, Assoc. Prof. Fahlesa Munabari, Ph.D., menutup acara dengan menyampaikan bahwa seminar ini merupakan agenda internasional rutin yang diselenggarakan FISIP USNI sebagai bagian dari internasionalisasi kurikulum dan penguatan jejaring institusi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, peserta, dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya acara ini secara profesional dan substantif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya