Dark/Light Mode

PPI Kanto Dan APO Bahas Cara Kejar Ekonomi Indonesia 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 13:39 WIB
Ketua Umum PPI Kanto Tubagus Pancar Cahaya Tajally bersama Sekretaris Jenderal Asian Productivity Organization Indra Pradana Singawinata saat dialog produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2026). Dok. PPI Kanto
Ketua Umum PPI Kanto Tubagus Pancar Cahaya Tajally bersama Sekretaris Jenderal Asian Productivity Organization Indra Pradana Singawinata saat dialog produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2026). Dok. PPI Kanto

RM.id  Rakyat Merdeka - Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang Koordinator Daerah Kanto menggelar kunjungan sekaligus dialog publik bersama Asian Productivity Organization pada Rabu (13/5) di kantor pusat organisasi internasional tersebut di Tokyo. Kegiatan bertajuk “Kanto’s Dialogue on Productivity and Economic Growth” ini menjadi forum diskusi mengenai penguatan produktivitas nasional dan kontribusi generasi muda Indonesia terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

Dialog tersebut turut membahas diseminasi dokumen Indonesia’s National Productivity Master Plan 2025–2029, sebuah dokumen kebijakan yang disusun APO untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Baca juga : Pengabdian Masyarakat Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia Dan FK Unisba

Delegasi PPI Kanto dipimpin oleh Ketua Umum PPI Kanto, Tubagus Pancar Cahaya Tajally. Dalam sambutannya, Pancar menegaskan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul dan inovasi lintas sektor.

“Keberadaan pelajar Indonesia di kawasan Kanto dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam dapat menjadi modal strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. PPI Kanto ingin menjadi wadah yang mampu mendorong kontribusi nyata mahasiswa Indonesia terhadap sektor-sektor produktivitas nasional,” ujar Pancar dalam forum dialog tersebut.

Baca juga : PNM Kembangkan Klaster Pala untuk Perkuat Ekonomi Perempuan NTT

Delegasi PPI Kanto disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal APO, Indra Pradana Singawinata, bersama jajaran tenaga ahli APO. Dalam paparannya, Indra menjelaskan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini tidak hanya terletak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan.

Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini masih banyak ditopang oleh penambahan tenaga kerja dan adopsi teknologi. Ke depan, Indonesia dinilai perlu memperkuat pendekatan Total Factor Productivity (TFP), yakni peningkatan produktivitas melalui inovasi, efisiensi, kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola di berbagai sektor ekonomi.

Baca juga : PBSI Apresiasi Perjuangan Tim Uber Indonesia Raih Perunggu

“Penguatan inovasi dan produktivitas menjadi faktor penting agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global,” ujar Indra.

Melalui dialog ini, PPI Kanto dan APO berharap dapat mempererat kolaborasi antara organisasi internasional, akademisi, dan pelajar Indonesia di luar negeri dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Forum tersebut juga menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan ekonomi global, transformasi industri, serta pentingnya pengembangan SDM Indonesia yang adaptif dan inovatif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.