Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pemuda Cendekia Priangan Timur bersama Aliansi Intelektual Muda Nusantara menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi yang sehat.
Kedua kelompok menilai dinamika demokrasi perlu dihadapi dengan sikap kritis, rasional, dan bertanggung jawab. Pemuda dinilai tidak cukup hanya menjadi kelompok yang bereaksi terhadap berbagai persoalan, tetapi juga harus mampu membaca masalah dan menawarkan solusi.
“Dalam konteks Priangan Timur, kami ingin melihat pemuda tidak hanya menjadi kelompok yang bereaksi terhadap keadaan, tetapi menjadi kekuatan intelektual yang mampu membaca persoalan, menyusun gagasan, menawarkan alternatif kebijakan, dan mengawal implementasinya,” kata perwakilan Pemuda Cendekia Priangan Timur dalam acara bertajuk Demokrasi, Kritik, dan Tanggung Jawab Kebangsaan serta Menjaga Persatuan, Membela Kepentingan Rakyat di Garut, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).
Menurut mereka, kebebasan berpendapat dan kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan secara damai, konstitusional, berbasis data, dan bertanggung jawab.
Baca juga : Ibas: Pers Akurat & Faktual Pondasi Demokrasi Sehat Menuju Indonesia Berdaulat
Pemuda Cendekia Priangan Timur juga menegaskan komitmennya menjaga persatuan nasional tanpa mengorbankan kebebasan berpikir dan menyampaikan pendapat. Mereka menolak berbagai bentuk provokasi, kekerasan, politik kebencian, disinformasi, serta upaya memecah masyarakat berdasarkan identitas politik maupun kelompok.
Para pemuda di kawasan Priangan Timur juga diajak memperkuat budaya intelektual. Kebiasaan membaca, meneliti, berdiskusi, menyampaikan kritik, hingga menawarkan solusi dinilai perlu menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
“Rawat persatuan, jaga demokrasi, kawal kekuasaan, dan perjuangkan kepentingan rakyat dengan akal sehat serta keberanian intelektual,” demikian seruan Pemuda Cendekia Priangan Timur.
Sementara itu, Aliansi Intelektual Muda Nusantara menilai persoalan kebangsaan tidak cukup dijawab hanya dengan seruan menjaga ketertiban dan persatuan. Demokrasi, menurut mereka, membutuhkan masyarakat yang berani berpikir, menyampaikan pendapat, sekaligus bertanggung jawab atas setiap sikap dan pernyataannya.
Baca juga : Elemen Pemuda Garut Serukan Tolak Provokasi Dan Anarkisme
“Kita perlu berbicara lebih jujur mengenai demokrasi. Indonesia membutuhkan masyarakat yang berpikir, bersuara, dan bertanggung jawab,” kata perwakilan Aliansi Intelektual Muda Nusantara.
Aliansi tersebut menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik merupakan bagian fundamental dari demokrasi. Masyarakat, mahasiswa, dan pemuda didorong menyampaikan aspirasi secara damai, rasional, berbasis data, serta tidak mudah terjebak provokasi.
Di sisi lain, Aliansi Intelektual Muda Nusantara menolak penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, maupun tindakan yang dinilai dapat mengurangi hak masyarakat dalam kehidupan demokratis.
Generasi muda juga diajak membangun tradisi intelektual yang sehat dengan mengedepankan sikap kritis dan kehati-hatian dalam menerima informasi.
Baca juga : Ketua Pemuda NTT Serukan Mayday Damai Tanpa Provokasi Berujung Kerusuhan
“Baca sebelum berbicara, periksa sebelum menyebarkan, dan berpikir sebelum bertindak,” pungkas perwakilan Aliansi Intelektual Muda Nusantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya