Dark/Light Mode

IAW Duga Manipulasi Solar Subsidi Masih Terjadi Di Belitung, Minta Polri Usut

Senin, 8 Juli 2024 22:06 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Audit Watch (IAW) menyampaikan temuan dugaan tindak pidana manipulasi solar subsidi yang dijual ke industri di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

“Penyalahgunaan solar subsidi yang dijual ke industri di Belitung masih marak, dan distribusinya tidak tepat sasaran,” tegas Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, Senin (8/7/2024).

Pelaku manipulasi solar subsidi diduga “bermain” dengan membeli secara massal solar subsidi di SPBU yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 15 Juni Hadir Di Metropolitan Mall

Solar subsidi tersebut lantas ditimbun. Dan kemudian, dijual ke industri-industri di Belitung.

“Jadi konsumennya sektor industri, yang seharusnya tidak berhak atas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi,” tutur Sitorus.

IAW pun berharap aparat penegak hukum, terutama polisi, untuk memberantas praktik culas tersebut.

Baca juga : Inovasi Tidak Mungkin Terjadi Tanpa Kolaborasi

Jangan sampai, kata dia, polisi diperalat oleh para pelaku kejahatan yang menggunakan pola memanipulasi solar subsidi.

Sebelumnya Polda Bangka Belitung berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Belitung, Jumat (8/902023).

Tim Subdit IV berhasil mengamankan 6 pelaku dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis solar yang disubsidi pemerintah, di Jalan Padat Karya Dalam Desa Air Merbau Kecamatan Tanjung Pandan, Belitung.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Rabu 12 Juni Hadir Di Metropolitan Mall

“Nah di sekitaran kawasan itu juga sampai sekarang diduga masih ada penimbunan solar subsidi, gudang penimbunan ya di sana,” tandas Sitorus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.