Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lewat Penjurian Ketat, 5 Orang Sabet Penghargaan Achmad Bakrie 2024
Kamis, 15 Agustus 2024 15:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penghargaan Achmad Bakrie kembali digelar tahun ini. Dalam penghargaan ke-20 ini, terpilih lima orang yang dari berbagai latar belakang, seperti akademisi hingga seniman.
Kelimanya terpilih setelah melalui proses penjurian yang ketat. Penghargaan Achmad Bakrie merupakan inisiatif Keluarga Bakrie untuk mengapresiasi putra-putri Indonesia yang memiliki pencapaian serta karya inspiratif yang bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia.
Dalam penyelenggaraannya, acara ini didukung oleh Kelompok Usaha Bakrie melalui Bakrie Untuk Negeri, bekerjasama dengan Universitas Bakrie, Freedom Institute, dan VIVA Group.
Penghargaan digelar setiap tahun di bulan Agustus, bersamaan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak digelar pertama kali pada tahun 2003, penghargaan Achmad Bakrie telah diberikan kepada 86 penerima yang terdiri dari 82 perorangan dan 4 lembaga atau kelompok.
"Ditambah dengan tahun ini, maka total penerima penghargaan saat ini berjumlah 91 penerima," kata Ketua Penyelenggara Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024, Aninditha Anestya Bakrie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8/2024).
Perempuan yang akrab disapa Ditha ini menjelaskan, para penerima penghargaan dipilih oleh dewan juri yang kompeten.
Para juri itu, kata Ditha, berasal dari berbagai latar belakang dan kepakaran.
“Untuk tahun ini profil dewan jurinya kami buka agar masyarakat juga dapat mengetahui bahwa para penerima dipilih oleh dewan juri yang sangat kompeten dan kredibel,” ucap Ditha.
Baca juga : Torehkan Prestasi, DPP Golkar Akan Berikan Penghargaan Kepada Airlangga
Siapa saja dewan jurinya? Kata Ditha, Dewan juri Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dipimpin Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai Ketua Dewan Juri.
Sementara anggota Dewan Juri ada Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. (Rektor UGM 2017-2022 dan Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, yang juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2008), Dr. Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers Indonesia 2022 – 2025 dan Komisioner Komnas Perempuan 2006- 2009 dan 2010-2014), Yose Rizal Damuri, Ph.D.(Direktur Eksekutif CSIS), Luthfi Assyaukanie, Ph.D. (Freedom Institute), Nong Darol Mahmada (Freedom Institute).
Di tahun ini, juga dilakukan rekategorisasi bidang penghargaan menjadi lima bidang. Yakni, Pemikiran Sosial, Seni dan Budaya, Sains dan Teknologi, Kesehatan, dan Penghargaan Khusus.
Bidang ini akan menjadi kategori tetap untuk penghargaan tahun-tahun berikutnya.
"Setelah melalui seleksi ketat dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan berbagai aspek, akhirnya diputuskan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 akan diberikan kepada lima orang," ungkap Ditha.
Siapa saja? Pertama, Jusuf Wanandi dalam kategori Pemikiran Sosial. Dia adalah intelektual lintas generasi yang karya-karyanya berpengaruh dalam membentuk tradisi pemikiran sosial di Indonesia. Khususnya seputar demokrasi, pemerintahan, dan hubungan internasional.
Kedua, D. Zawawi Imron dalam kategori Seni dan Budaya (Sastra). Sastrawan asal Madura ini dikenal lewat puisi-puisinya yang kerap memotret lanskap alam yang polos dan imaji halus tentang kehidupan pedesaan.
Metafora dalam karya-karyanya menghadirkan berbagai segi dan watak manusia yang tak terduga.
Penghargaan ketiga diberikan kepada Afriyanti Sumboja dalam kategori Sains dan Teknologi.
Baca juga : Megawati Titahkan Kader Banteng Solid Bergerak Menangkan Pilkada 2024
Dia adalah periset yang menjadi representasi aktif Indonesia di kancah global dalam bidang riset fundamental dan terdepan di bidang Teknik Material untuk pengembangan baterai generasi mendatang dengan performa penyimpanan energi yang lebih besar.
Keempat, dr. Harapan, DTM&H. M.Infect.Dis., Ph.D dalam kategori kesehatan. Virolog dan Pakar Kesehatan Masyarakat asal Aceh ini dianggap memiliki kontribusi riset pengembangan kajian epidemiologi molekuler dan investigasi kesehatan masyarakat terkait Arbovirus (virus dengue dan chikungunya), serta ekuitas dan penerimaan vaksinasi di Indonesia.
Terakhir, penghargaan kepada Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja. Ini merupakan penghargaan khusus dalam kategori Ilmuwan Muda. Ilmuwan berusia 31 tahun itu merupakan Pengembang Material Nano sebagai Katalis untuk Energi Berkelanjutan.
Pada tahun ini, para penerima penghargaan juga akan menerima tropi baru Penghargaan Achmad Bakrie yang didesain khusus oleh seniman dan influencer seni, Nabil Muhdor alias Bill Mohdor.
"Tropi menggambarkan Trimatra Bakrie: Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan," jelas Ditha.
Trimatra Bakrie masih terus dijalankan, sebagai bentuk komitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
Tujuannya, untuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif, dan inovatif yang ditujukan bagi kemajuan dan perkembangan positif bangsa Indonesia.
Ketua Dewan Juri Sofia W. Alisjahbana mengungkapkan, meskipun ada perdebatan dalam proses penjurian, namun para juri yang berasal dari berbagai latar belakang ini cukup kompak.
Dalam memilih kandidat dan memutuskan penerima, dewan juri tidak hanya menilai karya dan prestasi saja, namun juga aspek kemanfaatannya bagi masyarakat.
Baca juga : Kerja Nyata, PJ Bupati Dedi Supandi Sabet 2 Penghargaan untuk Majalengka
“Sesuai dengan nilai yang ada pada Penghargaan Achmad Bakrie, dalam melakukan penjurian kami juga memperhatikan aspek kemanfaatan,” jelas Sofia.
Menurutnya, penerima penghargaan adalah orang Indonesia yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk berkarya serta bermanfaat bagi orang banyak.
"Kami berharap para penerima terus berkarya dan berkontribusi untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera,” pungkas Ditha.
Sekadar informasi. Sesuai tradisi Penghargaan Achmad Bakrie, sebelum acara utama diselenggarakan para penerima penghargaan akan diundang dalam sesi ramah-tamah dengan Keluarga Bakrie. Hal ini ditujukan untuk menjalin keakraban, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para penerima penghargaan. Sementara Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 akan diadakan di tempat yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu di Ciputra Artpreneur Theatre.
Acara akan dipandu oleh Andromeda Mercury dan Anna Thaeleta. Dimeriahkan oleh Penyanyi Bulan Sutena dan Novia Bachmid, dan diiringi musik komposisi dari Magenta Orchestra, serta dancer JLDC.
Tayangan Malam Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dapat disaksikan di tvOne pada hari Minggu, 25 Agustus 2024, mulai pukul 19.30 sampai 21.00 WIB. Juga ANTV pada 25 Agustus 2024 pukul 22.00 sampai 23.00 WIB.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya