Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mahfud: KAHMI Boleh Beda Pilihan, Tapi Satu Gagasan Bangun Bangsa
Kamis, 10 Oktober 2024 09:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD menilai, organisasi lwadah para alumni HMI sangat cair dan dinamis. KAHMI tak membatasi sikap politik para anggotanya.
Ditegaskan Mahfud, perbedaan sikap politik, justru berujung pada kesatuan ide dalam membangun Indonesia.
"KAHMI itu bisa berbeda-beda pilihan politiknya. Apalagi pilihan politik itu konstitusional. Namun, idenya tetap sama, membangun insan kita, rakyat, setara. Itu Indonesia yang berlandaskan nilai keislaman," kata Mahfud saat seminar Rekonstruksi Kehidupan Demokrasi, Politik, Hukum dan Keadilan dalam Cita Negara yang Merdeka dan Berdaulat di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Baca juga : Kisah UMKM Bawang Goreng Mbrebes Mili yang Kini Tembus Pasar Mancanegara
Selain itu, Mahfud juga sempat menyinggung pernyataan KH. Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus terkait KAHMI yang tidak pernah menggunakan kacamata politik saat bertemu dengan para anggotanya di forum terbuka.
Berbeda dengan organisasi lain, yang anggota alumninya masih melihat latar belakang partai politik. Menurut Mahfud, KAHMI dapat menyatu dengan berbagai pihak dan kelompok meskipun anggotanya berasal dari partai yang berbeda.
"KAHMI ini kata Gus Mus, tidak pernah pakai kacamata politik. Tokoh HMI-tokoh HMI yang tersebar di berbagai partai itu, kalau ketemu, mendekat dan salaman," ujar menteri Pertahanan era Presiden KH. Abdurrahman Wahid ini.
Baca juga : Prudential Indonesia Bersama Disabilitas Bangun Literasi Inklusi Keuangan
Mahfud juga meminta agar forum terbuka senantiasa digelar oleh KAHMI. Forum diskusi terbuka, selain menyemai ide dan gagasan, juga menjaga kerukunan dan menjaga idealisme HMI.
"Sekali lagi kita bawa nama HMI, kemana pun tidak usah bermusuhan. Misal di Jakarta beda partai, beda fraksi, beda ormas, KAHMI harus tetap rukun begini," pesan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini.
Untuk diketahui, diskusi tersebut adalah rangkaian HUT ke-58 KAHMI yang jatuh pada 17 September 2024 lalu. Sebelumnya, Majelis Nasional KAHMI menggelar jalan sehat yang dihadiri senior-senior HMI, dari mulai Jusuf Kalla hingga Mahfud MD.
Baca juga : Hadir Di Kampus UMJ, Mendag Zulkifli Tanamkan Rasa Bangga dan Bersyukur
Selain itu, menggelar Charity Golf di Sentul, Bogor, Minggu (6/10/2024). Majelis Nasional KAHMI menyerahkan bantuan senilai Rp 200 juta kepada Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron menyerahkan simbolis bantuan ini kepada Rektor UICI, Prof. Laode Masihu Kamaluddin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya