Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mundur dari Perkumpulan Ndaru, Aditya Yusma: Ini Bagian Dari Hidup Saya
Jumat, 6 Desember 2024 18:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Nderek Guru (DPP Ndaru) melakukan serah terima jabatan posisi Ketua Umum (Ketum) dari Aditya Yusma ke Habib Sholeh Alatas di Kantor DPP Ndaru di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Usai menyerahkan posisi ketum, Aditya Yusma juga memutuskan mengundurkan diri dari keanggotaan perkumpulan yang telah dia dirikan selama setahun terakhir.
"Saya tidak mengundurkan diri sebagai ketum, tetapi Alhamdulillah saya diberhentikan. Saya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada," ujar Aditya, di Kantor DPP Ndaru, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Aditya mengaku menerima pemberhentian dirinya tanpa pertanyaan, sanggahan, atau pembelaan. Ia menyebut perintah itu datang dari Dewan Pembina Ndaru, yang dikoordinasikan oleh Habib Soleh Alatas.
"Ketika perintah itu datang, saya hanya bisa menjawab sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami patuh). Tidak ada ruang untuk bertanya, apalagi membantah. Ini adalah perintah guru, dan kami wajib tegak lurus,” tegasnya.
Keputusan ini, kata dia, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah guru spiritualnya, Maulana Habib Lutfi bin Yahya, yang merupakan sosok sentral di balik pendirian Ndaru.
Kendati begitu, Aditya mengaku sedih ketika harus meninggalkan sesuatu yang telah menjadi bagian hidupnya.
Baca juga : Bangun Banten, Saatnya Pemimpin Baru Andra Soni Rangkul Semua Pihak
Sebab, dia yang mendirikan, menggagas, hingga membesarkan Perkumpulan Ndaru dari nol.
"Jadi, wajar jika ada rasa sedih ketika mundur," tuturnya.
Mundur dari Perkumpulan Ndaru, diakui Aditya, menjadi momen untuk
kembali fokus kepada keluarga. Terlebih, selama setahun terakhir dirinya terlalu sibuk dengan Ndaru. Sehingga, waktu untuk anak-anak dan istri hampir habis.
"Sekarang, saya ingin kembali ke rumah, menjadi ayah yang hadir, suami yang mendampingi, dan mengejar hobi sederhana seperti berbincang dengan alam," imbuhnya.
Dia mengakui perjalanannya bersama Perkumpulan Ndaru merupakan bagian penting dari hidupnya.
Sebagai pendiri dan inisiator, ia menggambarkan organisasi ini seperti anak yang ia lahirkan, besarkan, dan biayai hingga menjadi besar.
Baca juga : Senator PFM Awasi Potensi Kecurangan Pilkada di Papua Barat Daya
"Di bawah kepemimpinannya, Ndaru berkembang pesat dengan membangun 30 DPW di tingkat provinsi, lebih dari 100 DPC di kabupaten/kota, hingga memiliki perwakilan di Amerika Serikat," beber Aditya.
Dalam Pilpres 2024, beber Aditya, Perkumpulan Ndaru menjadi salah satu elemen penting pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, dia mengklaim, seluruh kegiatan kampanye yang dilakukan Ndaru dibiayai secara mandiri oleh para anggota dan simpatisan, tanpa meminta dan menerima dana dari Tim Kampanye Nasional (TKN).
"Kami bergerak dengan dana pribadi, berkat dukungan keluarga, dewan pembina, dan simpatisan. Ini kami lakukan sebagai bentuk cinta kepada guru kami, Maulana Habib Lutfi, yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran," jelasnya.
Dia menambahkan, kampanye Ndaru yang masif tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, dilakukan atas dasar gotong royong dan loyalitas kepada ajaran sang guru.
Terakhir, Aditya berharap agar Ndaru terus berkembang dan memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia.
“Kepada pasangan Prabowo-Gibran, saya tegak lurus, mengikuti arahan guru kami, Maulana Habib Lutfi," tandasnya.
Baca juga : Luncurkan AIA Health X, AIA Kontrol Premi Berdasarkan Gaya Hidup Sehat
Selanjutnya, Aditya mengaku siap memulai babak baru dalam hidupnya, sembari tetap mendukung visi dan misi Indonesia yang lebih baik.
Sebagai informasi, Perkumpulan Ndaru dideklarasikan pada 17 Desember 2023, di kantor DPP Ndaru di Saharjo, Jakarta Selatan. Organisasi ini berdiri atas ide serta gagasan Aditya Yusma yang cinta kepada salah satu tokoh karismatik Indonesia asal Kota Pekalongan Jawa Tengah, Al Habib Muhammad Lutfi Bin Ali bin Yahya atau akrab dikenal sebagai Habib Lutfi.
Saat Pilpres 2024, Habib Lutfi mengumumkan dukungannya kepada pasangan nomor urut 2 yaitu Prabowo-Gibran.
Setelah mendapatkan restu dari Habib Lutfi maka Ndaru bergerak berkampanye akbar secara masif di puluhan kota maupun kabupaten di berbagai provinsi se-Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya