Dark/Light Mode

Prabowo: Awal 2026 Impor Pangan Disetop

Rabu, 22 Januari 2025 16:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: YT/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: YT/Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya akan menghentikan impor komoditas pangan, seperti beras, jagung, dan garam, pada akhir 2025. Kepastian ini diperoleh berkat keberhasilan program swasembada pangan yang menjadi fokus utama pemerintah.

"Laporan menteri-menteri ke saya, 2025 kita tidak akan impor beras lagi, tidak akan impor jagung lagi, tidak akan impor garam lagi. Terima kasih untuk jajaran menteri-menteri saya," ujar Prabowo dalam arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Baca juga : Prabowo Gandeng Swasta Kelola Infrastruktur, Ini Tanggapan DPR

Prabowo menegaskan pada awal 2026 kebijakan penyetopan impor pangan mulai berlaku. Lebih cepat dari target yang dipatok untuk swasembada pangan dalam waktu empat tahun. "Mungkin tiga tahun lebih cepat dari sasaran yang ditetapkan," ujar Prabowo. 

Prabowo pun meminta ke seluruh jajarannya di KMP agar menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat luas menjadi yang utama dalam bekerja. "Dengan niat baik dan kerja keras, orientasi ke negara dan bangsa, maka kebijakan akan membuahkan hasil yang cepat," ujarnya. 

Baca juga : Prabowo: Tidak Ada Toleransi Bagi Korupsi & Pengkhianatan Rakyat

Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkap target mewujudkan swasembada pangan dipercepat dari 2028 menjadi 2027. Menurutnya, hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya di sejumlah forum internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

"Kita kan perintah Presiden swasembada (pada) 2028, sekarang sudah maju lagi. Kemarin Bapak Presiden sudah mengumumkan di G20, di APEC, bukan 2028, (jadi) 2027," ujar Menteri Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2024).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.