Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Kreasi Didit Prabowo, Paviliun Indonesia Osaka Expo 2025 Jadi Perhatian
Senin, 14 April 2025 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Desain elegan Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 menjadi perhatian khalayak. Tidak sekadar indah , paviliun yang diwujudkan dari kreasi Ragowo Hediprasetyo alias Didit Prabowo ini juga menjadi ajang diplomasi budaya, inovasi hijau, dan kemitraan bisnis global selama enam bulan ke depan.
Pameran tahun ini mengusung tema besar “Thriving in Harmony—Nature, Culture, Future”. Diresmikan pada Senin (14/4), kehadiran Indonesia mencerminkan harmoni antara kekayaan alam, warisan budaya, dan visi teknologi masa depan dengan tema tersendiri yakni “Designing Future Society for Our Lives.”
Paviliun berbentuk kapal pinisi ini bukan sekadar simbol maritim, melainkan lambang perjalanan bangsa menuju masa depan berkelanjutan. “Filosofi itu yang mengikat Indonesia dan menjadi pegangan menuju masa depan,” ujar Didit dalam keterangannya, Senin (14/4).
Baca juga : BP Haji Hadiri Pertemuan Persiapan Haji 2025 di Jeddah, Bahas Aspek Penting
Didit juga mengkurasi ruang pameran yang menampilkan nilai-nilai hidup berbagai suku bangsa, berdampingan dengan koleksi kain tenun dan batik dari berbagai daerah.
Salah satu karya paling menonjol adalah layar perahu dari kain tenun Batubara, Sumatera Utara, kontribusi langsung dari Didit yang memadukan tradisi dengan ekspresi modern.
Pengunjung juga serasa diajak menyusuri kekayaan hayati Nusantara karena kreasi yang menampilkan zona alam menyerupai hutan hujan tropis.
Baca juga : Rabu Biru Indonesia Bersama Bulog Serap Gabah Petani Sleman
Karya seni dari seniman seperti Nyoman Nuarta, Nasirun, dan Arkiv Vilmansa menggambarkan satwa endemik seperti komodo, orangutan, hingga harimau sumatera.
Selain itu, disuguhkan pula tayangan video, pameran keris, dan film pendek "Wayang Kulit, Layar Kehidupan" karya Garin Nugroho, yang memperkaya pengalaman kultural imersif. Tidak berhenti di situ, ditampilkan pula seni tari Ketuk Tilu dan jaipong oleh Happy Salma dan Ariel Tatum, serta pencak silat oleh Eko Uwais.
Paviliun ini juga menjadi ruang interaksi ekonomi. Selain menampilkan kekayaan budaya, Indonesia mendorong investasi, forum diskusi, dan jejaring bisnis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya