Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BP Haji Hadiri Pertemuan Persiapan Haji 2025 di Jeddah, Bahas Aspek Penting
Minggu, 13 April 2025 09:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf, menghadiri pertemuan dengan perwakilan syarikah Arab Saudi dan perwakilan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Jumat (11/4/2025). Pertemuan ini membahas berbagai aspek penting dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M, khususnya layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang beserta jajaran wakil ketua dan anggota, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, serta perwakilan dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
Dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025, Indonesia mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Keberangkatan jemaah haji
Baca juga : Hasil Seleksi Petugas Haji 2025 Sudah Diumumkan, 130 Peserta Lolos
Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya intensif untuk memastikan kesiapan layanan jemaah, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun aspek teknis pelaksanaan, terutama strategi layanan ataupun skema di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Armuzna merupakan rangkaian puncak ibadah haji yang menjadi titik krusial dan menuntut kesiapan fisik dan mental maksimal dari para jemaah. Karena itu, kami sangat menaruh perhatian pada detail teknis dan layanan di fase ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan ini, dalam keterangan resmi, Minggu (14/4/2025).
Dia menjelaskan, pembahasan turut mencakup skema murur dan tanazul, yaitu kebijakan khusus untuk memperlancar mobilisasi jemaah dari Arafah ke Mina. Dalam skema murur, jemaah lansia dan disabilitas akan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan mereka selama fase puncak ibadah haji.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Perubahan Kebijakan SPMB 2025 Harus Dipahami Semua Pihak
Pada musim haji ini, penyelenggaraan haji masih berada di bawah tanggung jawab Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal PHU. Sementara itu, BP Haji menjalankan peran sebagai dukungan dalam rangka transisi menuju penyelenggaraan haji yang sepenuhnya akan dijalankan BP Haji mulai tahun 2026.
Usai kegiatan di Jeddah, Gus Irfan dijadwalkan menghadiri Forum Umrah dan Ziarah Internasional ke-3 di Madinah pada 14–16 April 2025. Forum ini menjadi ajang berkumpulnya ribuan pelaku industri umrah dan ziarah dari berbagai negara.
Dalam forum tersebut, Gus Irfan akan tampil sebagai salah satu pembicara mewakili Indonesia, untuk menyampaikan pandangan strategis terkait penguatan tata kelola penyelenggaraan umrah dan haji. Ia juga akan mengikuti berbagai sesi diskusi dan pameran yang menampilkan inovasi layanan jemaah berbasis teknologi serta kolaborasi global penyelenggaraan umrah di Tanah Suci.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya