Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kapal Wisata Tenggelam Di Bengkulu, Menpar Minta Seluruh Operator Diaudit
Senin, 12 Mei 2025 21:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana, menyampaikan belasungkawa atas insiden kapal wisata Tiga Putra yang tenggelam di perairan Pulau Tikus, Pantai Berkas, Bengkulu, pada Minggu (11/5) sore. Ia juga meminta agar prosedur keselamatan wisata air dievaluasi total.
Kapal yang membawa 104 orang—terdiri atas satu nakhoda, lima anak buah kapal (ABK), dan 98 wisatawan—mengalami kecelakaan akibat badai yang tiba-tiba menerjang wilayah pantai pada pukul 15.30 WIB. Tujuh orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 15 korban kini dirawat di RS HD dan 19 lainnya masih menjalani penanganan medis di RS Bhayangkara.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini, dan atas nama Kementerian Pariwisata kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga mereka diberi ketabahan dan kekuatan di tengah musibah ini,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Wardhana.
Baca juga : Mengenal Bukit Pemanah, Saksi Bisu Perang Uhud
Menpar menekankan pentingnya penerapan prosedur keselamatan yang ketat, terutama saat menghadapi kondisi cuaca buruk. Ia menekankan bahwa keselamatan wisatawan adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku industri wisata untuk selalu mematuhi standar keselamatan yang ketat, termasuk tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan untuk setiap kapal wisata.”
Widiyanti juga menyerukan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait—seperti Dinas Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Dinas Pariwisata—untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh operator kapal wisata.
Baca juga : PKSS Lampung Gelar Pemeriksaan Tes Narkoba, Seluruh Pekerja Dinyatakan Negatif
Audit tersebut, lanjutnya, harus mencakup kelayakan teknis kapal, perlengkapan keselamatan, kompetensi awak kapal, dan kepatuhan terhadap SOP pelayaran. Peringatan dini dari BMKG juga harus dijadikan rujukan wajib bagi setiap perjalanan wisata laut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Basarnas Bengkulu, BPBD Kota Bengkulu, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya, juga para nelayan dan masyarakat yang telah membantu proses evakuasi dan perawatan dan dukungan kepada keluarga korban.
“Kami juga akan terus mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di sektor pariwisata, khususnya yang melibatkan perjalanan dengan kapal, agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Menpar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya