Dark/Light Mode

Dukung Pembuatan Film "Tajir Melintir", Bamsoet Ingatkan Stabilitas Sosial

Jumat, 18 Juli 2025 21:21 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Dok. Bamsoet)
Anggota DPR Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung penuh dibuatnya film drama komedi bertajuk "Tajir Melintir". Film yang disutradarai Ariyo Wahab ini diharapkan menjadi media edukatif yang efektif dalam menyampaikan pesan moral tentang bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta bank keliling (bangke) yang marak menjerat masyarakat kelas menengah ke bawah. Fenomena pinjol dan judol saat ini bukan lagi sekadar isu ekonomi, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial masyarakat. 

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, direncanakan akan turut berakting sebagai Ketua RT bersama politisi senior (menunggu konfirmasi) Bambang Pacul sebagai Ketua RW di Kampung Bambang. Keduanya akan memerankan karakter dengan nama yang sama, Bambang.

Cerita dalam film ini mengambil latar di sebuah kawasan perkampungan padat penduduk yang terdapat banyak warga dengan nama Bambang. Warga perkampungan tersebut banyak yang memiliki masalah keuangan dan terjerat pinjol, judol, serta bangke.

Baca juga : Kunjungi Pabrik Kopi Kapal Api, Bamsoet Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional

Bamsoet memaparkan, meskipun dibungkus dalam genre drama komedi, film "Tajir Melintir" membawa nilai dan pesan yang sangat dalam serta relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. "Melalui pendekatan seni, kita bisa menyentuh hati masyarakat. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyadarkan masyarakat akan bahaya pinjol dan judol," ujar Bamsoet, saat menerima produser dan sutradara film "Tajir Melintir", di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Hadir antara lain Executive Producer Dedy Abdurachman, Bambang Dirgantoro, Petrus Hariyanto serta Sutradara Ariyo Wahab. 

Bamsoet menjelaskan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, total pinjaman aktif yang disalurkan oleh fintech lending mencapai lebih dari Rp 60 triliun, dengan lebih dari 26 juta peminjam yang tersebar di seluruh Indonesia. Di sisi lain, lebih dari 7.000 platform pinjol ilegal telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI, tetapi terus bermunculan dengan wajah dan nama baru. Ini membuktikan bahwa permasalahan bukan hanya soal teknis, tetapi struktural dan budaya.

Baca juga : Dapat Dukungan IMI Banten, Bamsoet Nyatakan Siap Pimpin Kembali IMI 2025-2030

Judi online juga telah menjadi epidemi tersendiri yang lebih sulit dilacak dan diberantas. Mantan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan, transaksi judi online pada 2024 telah menembus angka Rp 327 triliun. Bahkan Kementerian Komdigi baru-baru ini membongkar jaringan besar yang melibatkan penyedia jasa pembayaran lokal, afiliasi internasional, hingga selebritas sebagai influencer.

"Lebih mengkhawatirkan lagi, mayoritas korban berasal dari kelompok rentan yakni pelajar, ibu rumah tangga, dan buruh pabrik yang tergoda oleh mimpi kekayaan instan," urai Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, film "Tajir Melintir" bukan sekadar alat hiburan, melainkan instrumen budaya untuk membangun kembali kesadaran kolektif. Film ini merupakan ajakan untuk kembali berpikir jernih, bahwa tidak ada kekayaan instan yang datang tanpa risiko. Publik perlu memahami bahwa tertawa itu penting, tapi lebih penting lagi jika tawa itu membawa pulang pemahaman.

Baca juga : DKI Bakal Pindahkan Warga Di Tepi Sungai

"Selama ini kita bicara literasi keuangan dengan gaya formal, hasilnya masih terbatas. Sekarang waktunya kita menyentuh mereka lewat karya yang membumi, lewat cerita yang mereka pahami dan jalani sehari-hari. Tajir Melintir bukan sekadar film, ini tamparan halus namun keras bagi kesadaran kolektif bangsa,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.