Dark/Light Mode

Harap Pembubaran Rumah Doa Tak Terulang, Menag Siapkan 2 Upaya Penanganan

Rabu, 30 Juli 2025 11:42 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar prihatin atas insiden pembubaran kegiatan ibadah di rumah doa milik umat Kristen di Padang, Sumatera Barat. Dia menegaskan pentingnya memastikan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan dua pendekatan: penanganan jangka pendek dan solusi jangka panjang.

"Kami sedang mencari data. Secepatnya saya akan mengurus tim kami ke Padang. Saya berharap itu peristiwa yang terakhir kejadian di Indonesia. Ini obsesi kami, kesalahpahaman dan sebagainya itu harus dihentikan," ujar Menag, di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Dia menyebut, telah melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat dan dalam waktu dekat akan mengirimkan tim untuk merespons langsung situasi di lapangan. Menag juga mengungkapkan bahwa kasus serupa yang sempat terjadi di Jawa Barat sebelumnya telah berhasil ditangani. "Tim kami nanti ke sana untuk mencari solusi yang terbaik," imbuhnya.

Baca juga : Pensiunan Berdaya, Rumah Impian Terwujud: Bank Mandiri Taspen Hadirkan Asa Di Bekasi

Menag mendengar, saat ini situasi sudah terkendali. "Tapi apa pun juga, itu adalah sebuah pencitraan negatif dari bangsa kita. Saya berharap jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini dan saya pribadi sangat menyesalkan," katanya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kemenag akan memperkenalkan kurikulum cinta untuk diterapkan di lingkungan pendidikan. Gagasan ini bertujuan membangun budaya saling pengertian dan mengikis prasangka antar kelompok masyarakat.

"Kurikulum cinta ini secara mendasar akan kita obsesikan untuk menghilangkan segala bentuk kecurigaan dan kesalahpahaman antara satu sama lain," tuturnya.

Baca juga : Summarecon Resmikan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang Bandung

Sebelumnya, sekelompok warga membubarkan ibadah di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (27/7/2025). Dalam insiden tersebut, terjadi kepanikan di kalangan jemaat, termasuk anak-anak, serta aksi perusakan fasilitas oleh massa.

Video yang beredar menunjukkan puluhan orang mendatangi rumah doa sambil membawa kayu. Jemaat yang ada dalam rumah itu keluar, sementara sebagian massa merusak kursi dan kaca.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan sembilan orang sebagai terduga pelaku berdasarkan rekaman video di lokasi. "Yang sudah kami amankan sembilan orang, tentunya akan berkembang lagi. Sembilan orang ini adalah yang sesuai di video yang ada," ungkap Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.